>>> Cairkan JHT Sebelum Pensiun Kena Pajak Progresif, Ini Rinciannya

Jumlah tersebut terdiri atas 236.451 unit sepeda motor listrik, 119.638 unit mobil penumpang listrik, 798 unit bus listrik, 537 kendaraan komersial listrik, serta kategori lainnya.

Selain itu, jumlah SPKLU aktif per Desember 2025 baru mencapai 4.778 unit di 3.093 lokasi.

Tantangan Transisi ke EV

Mobil listrik di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama bagi konsumen yang baru pertama kali membeli mobil. Mobil listrik menawarkan sejumlah keunggulan dibanding kendaraan ICE.

"Bagi first-time car buyer, transisi ke EV jelas akan menghadirkan proposisi nilai yang kompleks.

Dari sisi kenyamanan, EV unggul dalam akselerasi responsif, kabin minim getaran, biaya operasional yang hanya sepertiga dari ICE konvensional dan biaya perawatan yang lebih rendah," kata Yannes.

Menurutnya, keunggulan tersebut menjadi daya tarik utama kendaraan listrik, khususnya di tengah kenaikan harga BBM dalam beberapa waktu terakhir.

Meski begitu, faktor psikologis masih menjadi hambatan besar dalam proses adopsi EV di Indonesia.

Range anxiety atau kekhawatiran kendaraan kehabisan daya di tengah perjalanan masih menjadi pertimbangan utama konsumen.

Infrastruktur SPKLU di sejumlah daerah dinilai belum merata. Jumlah SPKLU aktif per Desember 2025 baru mencapai 4.778 unit di 3.093 lokasi.

"Tetapi aspek keamanan psikologis masih menjadi tantangan seperti misalnya range anxiety, dan keterbatasan infrastruktur pengisian daya," ujarnya.

Selain itu, isu keselamatan baterai dan nilai jual kembali kendaraan listrik juga menjadi perhatian masyarakat sebelum memutuskan untuk membeli.

>>> Beragam Promo Spesial BRIDAY, Belanja Lebih Hemat di Blibli

"Kekhawatiran soal keselamatan baterai pada kondisi ekstrem serta harga kendaraan bekasnya yang anjlok parah tampaknya belum sepenuhnya teratasi di konteks Indonesia," ungkapnya.