RESCENE Buktikan Agensi Kecil Masih Bisa Bersaing di Industri K-Pop
Platform Digital Buka Peluang Baru
Pengamat industri mengatakan platform berbasis video pendek dan penemuan berbasis algoritma telah membuka peluang baru bagi grup dari agensi kecil.
Jika dulu penampilan di stasiun TV besar membutuhkan dukungan perusahaan besar, kini platform seperti TikTok, YouTube, dan klip buatan penggemar memungkinkan tim kecil menjangkau basis penggemar global dengan cepat.
Namun, menjadi viral bukan jaminan bertahan lama. Kebangkitan tangga lagu atau tren tantangan jarang mampu mempertahankan basis penggemar dalam jangka panjang.
>>> Wawancara: NANO Bicara Konvensi Anime, Inspirasi, dan Lagu Resmi Perdana DoKomi
Pasar K-Pop dipenuhi grup yang sempat populer namun kehilangan momentum.
"Grup idola di bawah agensi kecil bisa mendadak terkenal dalam semalam melalui virality, tetapi membangun sistem untuk bertahan dalam jangka panjang jauh lebih sulit," kata perwakilan perusahaan humas lokal kepada The Korea Times dengan syarat anonim.
"Tanpa pemasaran atau promosi yang cukup, musik pasti akan kehabisan tenaga."
Yang lain berpendapat bahwa yang menarik penonton ke RESCENE bukan hanya mekanisme viral, melainkan sesuatu yang terasa manusiawi dari konten mereka.
Lee Woo-ram, kepala PR firm LIKE BAHA dan kolumnis, menulis bahwa ia melihat sesuatu yang lebih besar dalam frasa yang mulai digunakan orang untuk grup ini: "keajaiban underdog."
"Tersemat dalam frasa itu adalah harapan: bahwa dunia bukanlah tempat di mana modal dan platform menentukan segalanya, tetapi tempat di mana tim kecil masih bisa diperhatikan," tulis Lee.
Momentum idola dari agensi kecil juga mencapai pemerintah.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata serta Badan Konten Kreatif Korea mengumumkan pada 16 Juni peluncuran program dukungan baru untuk agensi K-Pop kecil dan menengah yang ingin berekspansi ke luar negeri, yang pertama dari jenisnya.
RESCENE terpilih sebagai salah satu dari 10 penerima manfaat perdana.
Dalam program tersebut, kementerian berencana memilih 10 agensi setiap tahun dan memberikan hingga 300 juta won ($194.000) per tahun kepada masing-masing.
Perusahaan yang menunjukkan hasil kuat dapat terus menerima dukungan hingga tiga tahun melalui evaluasi lanjutan.
"Orang masih suka melihat seseorang tumbuh. Mereka masih menunggu cerita comeback.
>>> Witch Hat Atelier Season 2 Resmi Diumumkan
Mereka masih ingin percaya bahwa ketulusan dan kerja keras pada akhirnya bisa ditemukan," tulis Lee.
Update Terbaru
Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Rel Trem di Jerman Meleleh Akibat Suhu Ekstrem 41 Derajat Celsius
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Perbandingan Harga BBM Terbaru BP dan Shell per 1 Juli
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Prabowo Beri Pangkat Kehormatan kepada Mantan Ajudan Bung Karno
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Kemenperin Akui Insentif Kendaraan Listrik Belum Ada Kepastian
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
7 Cara Atasi Parenting Burnout agar Tidak Melampiaskan Emosi pada Anak
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
Michael Olise Kejar Rekor Assist Terbanyak Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
11 Negara ASEAN dengan Penderita Diabetes Terbanyak, Indonesia Peringkat 4
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB






