Ironi AI: Pekerja yang Dibayar untuk Melatih Chatbot Justru Gunakan AI untuk Menipu
Perusahaan teknologi yang berlomba mengembangkan kecerdasan buatan (AI) menghadapi ironi yang tidak terduga.
Pekerja yang mereka bayar untuk menghasilkan data pelatihan justru menggunakan AI lain untuk menyelesaikan tugas mereka.
>>> Polusi Cahaya Bikin Ikan Hidup Sengsara, Temuan Peneliti
Fenomena ini terungkap dalam laporan New Scientist yang mewawancarai sejumlah kontraktor AI. Mereka mengaku menggunakan chatbot AI untuk menghasilkan data yang seharusnya dibuat secara manual.
Seorang kontraktor dengan nama samaran Alice mengatakan praktik ini sangat meluas. "Setiap perusahaan tempat saya bekerja memiliki pedoman eksplisit tentang hal ini, dan mereka jelas berusaha menangkap pelanggar.
Tapi saya rasa mereka tidak bisa menghentikannya," ujarnya.
Kontrak Berkualitas Rendah Picu Kecurangan
Alice menambahkan bahwa perusahaan AI sering menawarkan kontrak dengan bayaran rendah dan waktu kerja singkat. "Jika perusahaan menginginkan data berkualitas, mereka harus menawarkan kontrak berkualitas.
Sebaliknya, mereka mempekerjakan orang yang kesulitan dengan upah murah," katanya.
Kontraktor lain mengaku menggunakan AI untuk menghindari kesalahan yang bisa membuat mereka kehilangan pekerjaan.
>>> PIKKO Bantah Tudingan Kemenperin Abai pada Industri Otomotif
"Saya sangat takut kehilangan sumber pendapatan, dan akhirnya lebih mudah menjalankan semuanya melalui LLM," jelasnya.
Pekerja biasanya membersihkan hasil AI dari ciri khas linguistik chatbot sebelum mengirimkannya. "Hanya pengguna paling ceroboh yang ketahuan.
Siapa pun dengan sedikit kesadaran tentang ciri khas AI bisa menyuruh outputnya untuk tidak menggunakannya," kata Alice.
Praktik ini disebut sebagai "kanibalisme AI" oleh para ahli, yang telah lama memperingatkan bahwa penggunaan data buatan AI untuk melatih AI lain dapat mengganggu stabilitas model bahasa besar (LLM).
Fenomena ini menjadi ironi tersendiri bagi perusahaan AI yang sebelumnya mengambil konten orang lain tanpa izin untuk melatih model mereka.
>>> Wamen UMKM Dorong Penyalur KUR Perluas Akses Pembiayaan di Indonesia Timur
Kini, pekerja yang mereka rekrut melakukan hal serupa dengan teknologi yang sama.
Update Terbaru
Motorola Edge 70 Max Raih Sertifikasi WPC, Konfirmasi Dukungan Qi2 dengan Magnet Bawaan
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 1 Juli: Capricorn Makin Romantis, Libra Jaga Perasaannya
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
Viral Kabar Piero Hincapie Pacari Sabrina Carpenter, Ini Faktanya
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
LG Kenalkan Smart Home AI ala Korea di Indonesia, Gandeng Minho SHINee
Rabu / 01-07-2026, 13:15 WIB
Koleksi Merchandise Disney F1 Ini Bikin Saya yang Bukan Penggemar Balap pun Tertarik
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Twenty Below Coffee Tutup Dua Lokasi di Fargo dan Moorhead
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Justin Wrobleski Dominasi Twins, Perkuat Peluang ke All-Star
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
RTX 3060 Kembali Dijual di Jerman, Tapi Harganya Lebih Mahal dari GPU Generasi Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Dave Roberts Raih Kemenangan ke-1.000 sebagai Manajer Dodgers
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Niall Horan Hadiri Wimbledon 2026 Bersama Kekasih, Bicara Kesuksesan Album Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Bracket Knockout Piala Dunia 2026 Ditentukan, 32 Tim Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
Dodgers Panggil Wyatt Mills, Designate Jonathan Hernandez
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
BMW Luncurkan X5 Generasi Kelima dengan Lima Pilihan Drivetrain
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
PERURI Pamerkan Inovasi Limbah Jadi Paving Block di Sunda Karsa Fest KKJ 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB






