Presiden Serbia Mundur Setelah 18 Bulan Diguncang Demo Mahasiswa
Presiden Serbia Aleksandar Vucic menyatakan akan mengundurkan diri dalam beberapa pekan mendatang. Keputusan ini diambil setelah 18 bulan negerinya diguncang demonstrasi anti-pemerintah oleh mahasiswa.
Vucic yang telah berkuasa 12 tahun sebagai presiden atau perdana menteri itu juga mengumumkan pemilihan presiden dan parlemen akan dimajukan.
>>> Daftar Lengkap Laga 32 Besar Piala Dunia 2026: Portugal vs Kroasia
"Saya akan menjadi presiden hanya beberapa minggu lagi, dan kemudian saya akan mengundurkan diri," ujarnya di hadapan pendukung dalam rapat umum pro-pemerintah di Belgrade.
Masa jabatan kedua dan terakhir Vucic seharusnya berakhir pada pertengahan 2027. Namun ia tidak merinci kapan tepatnya akan mundur atau membubarkan parlemen sebagai prasyarat pemilu dini.
Latar Belakang Demonstrasi
Pengumuman ini muncul di tengah demonstrasi anti-korupsi yang dipimpin mahasiswa secara terus-menerus.
Aksi dipicu oleh runtuhnya tenda di stasiun kereta api di Novi Sad pada November 2024 yang menewaskan 16 orang.
Para pengunjuk rasa, oposisi, dan kelompok HAM menuding bencana itu sebagai tanda salah urus proyek konstruksi dan korupsi pemerintah yang meluas.
Rangkaian protes ini disebut sebagai yang terbesar sejak penggulingan Slobodan Milosevic pada 2000.
>>> Prabowo: Jangankan Profesor, Usul Anak Desa di TikTok Saya Respons
Meski mundur, Vucic mengatakan akan membantu Partai Progresif Serbia (SNS) memenangkan pemilu. "Usulan saya adalah agar daftar kami, daftar pemenang dalam pemilihan mendatang, diberi nama 'Serbia Bersatu'," katanya.
Analis menilai Vucic kemungkinan tidak akan benar-benar meninggalkan panggung politik. Pengunduran diri ini bisa membuka jalan baginya menjadi perdana menteri jika partainya menang dalam pemilu parlemen.
"Ini sama sekali bukan akhir dari Vucic.
Dia sudah punya rencana, rencana yang jelas bukan berarti dia akan pensiun dari politik - justru sebaliknya," kata analis Radivoje Grujic.
Sementara itu, aktivis mahasiswa dan oposisi menyatakan akan menantang Vucic dan SNS dalam pemilu mendatang.
>>> Jadwal Lengkap 32 Besar Piala Dunia 2026: Sajikan Laga Seru
"Dengan mengundurkan diri dan pemilu dini, Vucic mencoba mencegah kejatuhannya yang tak terhindarkan karena protes dan gerakan mahasiswa yang memiliki lebih banyak dukungan daripada dirinya," ujar Savo Manojlovic, kepala gerakan oposisi mahasiswa Move-Change.
Update Terbaru
Suami Sarah Gibson Kerja Apa? Diska Resha Putra Ternyata Pengusaha dan Pernah Jadi Manajer Klub Sepak Bola
Rabu / 01-07-2026, 11:02 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 2 - 5 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:02 WIB
Mesin Pinball Lego Fungsional Jadi Set Terbaik Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:01 WIB
Yordan Alvarez Pukul Grand Slam, Astros Kalahkan Twins 6-4
Rabu / 01-07-2026, 11:01 WIB
Suporter Meksiko Teriakkan Nyanyian Homofobik ke Kiper Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
Javier Aguirre Cadangkan Edson Alvarez di Laga Meksiko vs Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
Chivas Akhiri Kemitraan dengan Puma, Bersiap Beralih ke Nike
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
Cara Efektif Akses Sistem Baru Digitalisasi Bansos Mulai Oktober 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
Mbappe Ancam Rekor Messi dengan 18 Gol dari 18 Laga Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
John Hickenlooper Menang Pemilihan Pendahuluan Senat AS Colorado
Rabu / 01-07-2026, 10:56 WIB
DFSK E5 Plus Raup Hampir 1.000 Pesanan dalam Lima Hari
Rabu / 01-07-2026, 10:56 WIB
BRIN dan Kemendes Kolaborasi Wujudkan Desa Mandiri Berketahanan Iklim
Rabu / 01-07-2026, 10:56 WIB
Prabowo Tegaskan Hukum Tak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Politik
Rabu / 01-07-2026, 10:56 WIB






