Nicholas Rossi, Pria yang Pura-pura Mati untuk Hindari Tuduhan Pemerkosaan, Meninggal di Penjara
Seorang pria yang dituduh memalsukan kematiannya sendiri dan melarikan diri ke Eropa untuk menghindari tuduhan pemerkosaan di Amerika Serikat telah meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit dari penjara Utah, demikian disampaikan pihak berwenang pada Jumat.
Nicholas Rossi, 38 tahun, menjalani hukuman minimal 10 tahun penjara di Utah setelah dinyatakan bersalah pada 2025 dalam dua kasus kekerasan seksual.
>>> Cara Mudah Mengecek Saldo Bansos PKD Juni 2026 via Rekening Bank DKI
Rossi meninggal Kamis malam akibat "komplikasi dari kondisi medis yang sudah ada setelah memilih untuk menghentikan perawatan medis," kata Richard Piatt, juru bicara Departemen Pemasyarakatan Utah.
Korban dan keluarganya telah diberitahu, kata Piatt.
Piatt mengatakan tidak dapat mengungkapkan rincian tentang masalah kesehatan Rossi. Namun, selama persidangan, ia tampak menggunakan kursi roda dan memakai oksigen.
Rossi, yang juga dikenal sebagai Nicholas Alahverdian, diekstradisi ke Utah dari Skotlandia pada 2024.
Otoritas Utah telah mencarinya ketika ia teridentifikasi pada 2018 melalui tes DNA dari kit pemerkosaan yang berusia satu dekade.
>>> OnePlus N6 Terungkap Sebelum Peluncuran: Termasuk Charger 45W dan Casing
Beberapa bulan setelah ia didakwa dalam kasus itu, sebuah obituari online mengklaim Rossi meninggal pada 29 Februari 2020 karena limfoma non-Hodgkin.
Namun, polisi di negara bagian asalnya, Rhode Island, bersama mantan pengacaranya dan mantan keluarga asuhnya, meragukan kebenaran kematiannya.
Ia ditangkap di Skotlandia pada tahun berikutnya saat menjalani perawatan COVID-19.
Staf rumah sakit mengenali tato khasnya, termasuk lambang Brown University yang ditato di bahunya, meskipun ia tidak pernah kuliah di sana.
Rossi bersikeras bahwa ia adalah seorang yatim piatu Irlandia bernama Arthur Knight yang dijebak.
>>> Penjelasan Ending Notes from the Last Row: Dendam Lee Kang Berujung Kehancuran Heo Mun Oh
Penyidik mengatakan mereka mengidentifikasi setidaknya selusin alias yang digunakan Rossi selama bertahun-tahun untuk menghindari penangkapan.
Update Terbaru
Motorola Edge 70 Max Raih Sertifikasi WPC, Konfirmasi Dukungan Qi2 dengan Magnet Bawaan
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 1 Juli: Capricorn Makin Romantis, Libra Jaga Perasaannya
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
Viral Kabar Piero Hincapie Pacari Sabrina Carpenter, Ini Faktanya
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
LG Kenalkan Smart Home AI ala Korea di Indonesia, Gandeng Minho SHINee
Rabu / 01-07-2026, 13:15 WIB
Koleksi Merchandise Disney F1 Ini Bikin Saya yang Bukan Penggemar Balap pun Tertarik
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Twenty Below Coffee Tutup Dua Lokasi di Fargo dan Moorhead
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Justin Wrobleski Dominasi Twins, Perkuat Peluang ke All-Star
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
RTX 3060 Kembali Dijual di Jerman, Tapi Harganya Lebih Mahal dari GPU Generasi Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Dave Roberts Raih Kemenangan ke-1.000 sebagai Manajer Dodgers
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Niall Horan Hadiri Wimbledon 2026 Bersama Kekasih, Bicara Kesuksesan Album Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Bracket Knockout Piala Dunia 2026 Ditentukan, 32 Tim Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
Dodgers Panggil Wyatt Mills, Designate Jonathan Hernandez
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
BMW Luncurkan X5 Generasi Kelima dengan Lima Pilihan Drivetrain
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
PERURI Pamerkan Inovasi Limbah Jadi Paving Block di Sunda Karsa Fest KKJ 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB






