Teknologi Kesehatan Bisa Bantu Hidup Sehat, Asal Tak Berlebihan
Harapan hidup masyarakat terus meningkat. Di satu sisi, ini pencapaian besar di bidang kesehatan.
Namun, bertambahnya populasi usia lanjut membawa tantangan menjaga kualitas hidup dan kemandirian.
>>> Prediksi Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Laga Penentu Nasib
Teknologi kesehatan digital hadir sebagai solusi.
Smartwatch, gelang kebugaran, dan aplikasi kesehatan memungkinkan pemantauan detak jantung, kualitas tidur, aktivitas fisik, hingga tingkat stres lewat ponsel.
Menurut National Library of Medicine, teknologi digital berpotensi mengubah pendekatan layanan kesehatan dari kuratif menjadi preventif. Lansia pun bisa memantau kondisi dari rumah tanpa harus ke fasilitas kesehatan.
Teknologi juga membantu mempertahankan kemandirian lebih lama. Pemantauan rutin memungkinkan tetap aktif sekaligus mengurangi risiko komplikasi penyakit kronis.
Saat Teknologi Justru Memicu Kecemasan
Meski bermanfaat, penggunaan teknologi kesehatan tidak selalu positif. Muncul fenomena digital health anxiety, yaitu kecemasan akibat data kesehatan digital.
Melansir Medical Futurist, kondisi ini terjadi ketika seseorang terlalu terpaku pada angka dari perangkat. Alih-alih tenang, mereka justru semakin khawatir.
Contohnya, seseorang bangun segar, tapi setelah melihat aplikasi pelacak tidur yang menunjukkan kualitas buruk, ia mulai merasa lelah meski sebelumnya tidak ada keluhan.
Hal serupa terjadi saat olahraga. Fokus menikmati aktivitas berubah menjadi obsesi mengejar target detak jantung atau jumlah langkah.
Olahraga kehilangan esensinya.
Penelitian menemukan bahwa penggunaan smartwatch pada sebagian pasien justru meningkatkan kecemasan karena terus memantau perubahan kecil yang belum tentu berbahaya.
Data Bukan Pengganti Dokter
Para ahli menilai data kesehatan bermanfaat jika diikuti pemahaman yang benar. Informasi yang tidak dipahami berpotensi menimbulkan stres.
Update Terbaru
Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Rel Trem di Jerman Meleleh Akibat Suhu Ekstrem 41 Derajat Celsius
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Perbandingan Harga BBM Terbaru BP dan Shell per 1 Juli
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Prabowo Beri Pangkat Kehormatan kepada Mantan Ajudan Bung Karno
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Kemenperin Akui Insentif Kendaraan Listrik Belum Ada Kepastian
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
7 Cara Atasi Parenting Burnout agar Tidak Melampiaskan Emosi pada Anak
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
Michael Olise Kejar Rekor Assist Terbanyak Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
11 Negara ASEAN dengan Penderita Diabetes Terbanyak, Indonesia Peringkat 4
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB






