Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar
Menurutnya, setiap kebijakan perlu mempertimbangkan kewajiban kontraktual agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar di kemudian hari.
Meski harga LNG dalam negeri mengalami penyesuaian, Widhyawan menegaskan bahwa kondisi di Indonesia masih lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan.
>>> Badai Petir Tunda Kickoff Babak Kedua Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026
Data pasar menunjukkan harga LNG industri di Filipina saat ini mencapai sekitar USD 28,50 per MMBTU. Sementara di Vietnam berada di kisaran USD 27,81 per MMBTU.
Di Singapura, harga LNG untuk pengguna industri skala besar telah mencapai USD 40,12 per MMBTU. Untuk pengguna ritel dan umum bahkan menyentuh USD 47,54 per MMBTU.
Sebagai perbandingan, harga LNG di Indonesia setelah penyesuaian diperkirakan berada pada rentang USD 21 hingga USD 25 per MMBTU.
Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga, meskipun harga energi global terus bergerak naik.
Kepala Ekonom BCA David Sumual menilai lonjakan harga energi global akibat faktor geopolitik telah menciptakan tantangan besar bagi seluruh pelaku usaha.
Menurut David, kondisi saat ini memunculkan "twin dilemma" atau dilema ganda. Di satu sisi, perusahaan penyedia energi menghadapi lonjakan biaya operasional dan tekanan regulasi.
Di sisi lain, industri pengguna energi juga terbebani kenaikan biaya produksi yang tidak selalu dapat diteruskan kepada konsumen.
"Situasi ini menyebabkan adanya twin dilemma.
Industri penyedia energi menghadapi lonjakan biaya operasional dan tekanan regulasi, sementara industri pengguna mengalami kenaikan biaya produksi yang terkadang tidak bisa diteruskan ke konsumen," ujarnya.
David menegaskan kenaikan harga energi non-subsidi, termasuk LNG, merupakan fenomena global yang sulit dihindari. Karena itu, kebijakan yang hanya berpihak pada satu sektor dinilai bukan solusi jangka panjang.
"Membela satu sektor dengan mengorbankan sektor lainnya justru dapat menimbulkan masalah baru. Yang dibutuhkan adalah keseimbangan agar industri penyedia energi dan pengguna energi sama-sama dapat bertahan," katanya.
>>> Pemkot Tanjungpinang Hentikan WFA ASN per 1 Juli, Dampak Tak Signifikan
Di tengah ketidakpastian geopolitik dan tingginya volatilitas harga energi dunia, pemerintah dan pelaku usaha dituntut mencari titik temu agar ketahanan energi nasional tetap terjaga tanpa mengganggu daya saing industri domestik.
Update Terbaru
Game Mobile Mushoku Tensei: Chronicle of Echoes Rilis 27 Juli
Rabu / 01-07-2026, 14:56 WIB
Data Rahasia iPhone 18 Pro Bocor di Dark Web, Rantai Pasok Apple Terancam
Rabu / 01-07-2026, 14:56 WIB
4 HP Kamera Telephoto Terbaik 2026 untuk Memotret Bulan dengan Detail Jelas
Rabu / 01-07-2026, 14:55 WIB
Kerentanan Quick Share di Ponsel Samsung: Apa yang Perlu Anda Ketahui
Rabu / 01-07-2026, 14:55 WIB
Galaxy S23 FE Akhirnya Mendapatkan Pembaruan Keamanan Juni 2026
Rabu / 01-07-2026, 14:55 WIB
Bocoran Ordal: Taylor Swift dan Travis Kelce Dikabarkan Menikah Pekan Ini di MSG
Rabu / 01-07-2026, 14:55 WIB
Liburan ke UEA Kini Makin Mudah, Cek Syaratnya untuk WNI
Rabu / 01-07-2026, 14:55 WIB
Ruben Onsu Bisa Batal Gugat Hak Asuh Anak, Asalkan Ada Syarat Ini
Rabu / 01-07-2026, 14:55 WIB
Pengacara Ungkap Dua Alasan Utama Nikita Mirzani Ajukan PK
Rabu / 01-07-2026, 14:54 WIB
Unboxing Samsung Galaxy A27 5G: Layar AMOLED 120Hz dan Snapdragon 6 Gen 3
Rabu / 01-07-2026, 14:54 WIB
ACT Fibernet Luncurkan Stream TV 4K, Pusat Hiburan AI untuk Rumah
Rabu / 01-07-2026, 14:53 WIB
2 Hair Tonic dengan Oleanolic Acid Rekomendasi Dokter untuk Atasi Rambut Rontok
Rabu / 01-07-2026, 14:53 WIB
Air Tanah Ternyata Bantu Ekosistem Laut Simpan Karbon
Rabu / 01-07-2026, 14:53 WIB
Foundation Viva Tahan Lama? Ini Penjelasan dan 2 Pilihan Produk Awet
Rabu / 01-07-2026, 14:53 WIB






