Pemerintah Luncurkan Stimulus Rp 26,34 Triliun Antisipasi Risiko Geopolitik
Pemerintah Indonesia meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun pada Senin (22/6/2026).
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi risiko ketegangan geopolitik global yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi nasional.
>>> Kemenhub Tunggu Finalisasi Perpres Potongan Ojol 8 Persen dari Mensesneg
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa paket stimulus ini ditujukan untuk menghadapi tantangan geo ekonomi, termasuk konflik Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz.
Kebijakan ini telah disetujui Presiden RI Prabowo Subianto.
Paket stimulus mencakup bantuan pangan, insentif transportasi, program magang vokasi, serta penghapusan bea masuk untuk bahan baku industri.
Anggaran bantuan pangan mencapai Rp 18,04 triliun, program magang dan vokasi Rp 6,26 triliun, serta insentif transportasi Rp 2,04 triliun.
Insentif Fiskal dan Bantuan Pangan
Pemerintah menetapkan Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti bagi penulis sebesar 1,5 persen, turun dari sebelumnya 5 hingga 35 persen.
Selain itu, insentif transportasi diberikan untuk periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang mencakup moda darat, laut, dan udara.
Penghapusan bea masuk hingga 0 persen diberlakukan untuk impor LPG bagi industri petrokimia dan bahan baku plastik. Pembebasan ini diperkirakan meningkatkan nilai manfaat hingga Rp 2,25 triliun.
>>> Geoprima Solusi Ubah Bisnis dan Akuisisi Aset Rp78,5 Miliar
Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan ini membantu mengendalikan inflasi, terutama karena hampir seluruh kemasan makanan menggunakan plastik.
Penurunan bea masuk menjadi 0 persen juga berlaku untuk impor suku cadang pesawat guna mendukung daya saing industri penerbangan dan perawatan pesawat (MRO).
Program Magang Nasional dan Program Vokasi Nasional tetap dilanjutkan sebagai penggerak ekonomi.
Presiden Prabowo mengarahkan penyaluran Bantuan Pangan selama tiga bulan mulai Juli hingga September. Total anggaran program ini Rp 17,54 triliun yang menyasar 33,24 juta penerima manfaat.
Subsidi juga diberikan melalui program Stabilisasi Harga Pasokan Pangan (SPHP) sebesar Rp 2.000 per kilogram bagi perajin tahu dan tempe dengan kuota 250.000 ton.
Airlangga menambahkan bahwa koordinasi lintas kementerian telah dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan terkait penyaluran bantuan beras dan stabilisasi pangan nasional.
>>> Persija Jakarta Resmi Gandeng Adidas sebagai Sponsor Apparel Jangka Panjang
Semua kebijakan ini telah mendapatkan arahan dari Presiden.
Update Terbaru
IIT Delhi, Milagrow, dan BotDynax Jalin Kerja Sama Kembangkan Robot Konsumen
Rabu / 01-07-2026, 13:55 WIB
Bedak Marcks Padat untuk Apa? Ini Fungsi, Varian, dan Harganya
Rabu / 01-07-2026, 13:55 WIB
Anthropic Luncurkan Claude Sonnet 5 dengan Kemampuan Agen dan Coding yang Lebih Baik
Rabu / 01-07-2026, 13:50 WIB
Upcycling Jadi Solusi Kurangi Limbah Industri Fashion?
Rabu / 01-07-2026, 13:50 WIB
3 Varian Parfum Careso Favorit Owner, Wangi Enak dan Tahan Lama
Rabu / 01-07-2026, 13:50 WIB
Pasutri Lansia Indonesia Taklukkan Rute Jakarta-Mekkah Pakai Toyota Voxy
Rabu / 01-07-2026, 13:49 WIB
Wajah Baru New Suzuki XL7 yang Tampil Lebih Sporty dengan Sederet Perubahan Eksterior
Rabu / 01-07-2026, 13:48 WIB
Kereta Api Bandara Kualanamu-Lubuk Pakam Resmi Dibuka, Tarif Murah Hanya Rp5.000
Rabu / 01-07-2026, 13:48 WIB
Motorola Edge 70 Max Raih Sertifikasi WPC, Konfirmasi Dukungan Qi2 dengan Magnet Bawaan
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 1 Juli: Capricorn Makin Romantis, Libra Jaga Perasaannya
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
Viral Kabar Piero Hincapie Pacari Sabrina Carpenter, Ini Faktanya
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
LG Kenalkan Smart Home AI ala Korea di Indonesia, Gandeng Minho SHINee
Rabu / 01-07-2026, 13:15 WIB
Koleksi Merchandise Disney F1 Ini Bikin Saya yang Bukan Penggemar Balap pun Tertarik
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB






