FTSE GEIS Keluarkan Saham GOTO dan NCKL dari Mid Cap Index
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) resmi dikeluarkan dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Mid Cap Index pada Senin (22/6/2026).
Keputusan ini berpotensi menimbulkan tekanan jangka pendek akibat penyesuaian portofolio oleh dana pasif yang mengacu pada indeks FTSE.
>>> Mendag Batalkan Kenaikan Harga MinyaKita, Fokus Evaluasi Distribusi BUMN
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, mengatakan bahwa keluarnya saham dari indeks FTSE memang berpotensi memicu tekanan jangka pendek.
Namun, ia menilai dampak negatif dari pencoretan indeks FTSE biasanya tidak sebesar efek pengeluaran saham dari indeks MSCI.
"Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual akibat FTSE relatif dapat diserap oleh pasar," ujar Imam.
Ia mencontohkan saham NCKL yang justru menguat sekitar 2,3% pada perdagangan terakhir di tengah kondisi pasar yang kurang kondusif.
Peluang aksi jual oleh investor institusi pasif diperkirakan terbatas dan tidak selalu menyebabkan pelemahan harga signifikan.
Buyback dan Prospek Teknikal
Imam menjelaskan bahwa langkah emiten melakukan buyback saham bertujuan meningkatkan stabilitas harga dan memberikan sinyal kepercayaan manajemen terhadap valuasi perusahaan.
>>> Timnas Jepang Hancurkan Tunisia 4-0 di Laga Ke-1000 Piala Dunia
Efektivitas aksi korporasi tersebut masih bergantung pada besaran dana, waktu pelaksanaan, serta level harga.
Secara teknikal, saham NCKL menunjukkan potensi pembentukan pola inverted head and shoulders yang berpeluang memicu pembalikan arah ke tren naik jika mampu melewati area neckline dengan volume memadai.
Sementara saham GOTO yang bergerak di kisaran Rp50, terdapat indikasi akumulasi asing dalam dua pekan terakhir, menandakan minat beli investor di level harga tersebut.
Prospek jangka pendek NCKL juga dipengaruhi dinamika harga komoditas nikel dan penurunan harga sulfur sebesar 9,1% dalam sepekan terakhir, yang menjadi komponen penting proses High Pressure Acid Leach (HPAL).
"Penurunan ini berpotensi menjadi katalis positif karena dapat memperbaiki struktur biaya produksi dan mendukung margin ke depan," jelas Imam.
>>> Yamaha Rayakan Satu Dekade Aerox dengan We Are Aerox Society di Jakarta
IPOT merekomendasikan area akumulasi untuk saham NCKL pada rentang Rp855 hingga Rp885 per saham dengan target harga Rp975, serta batas stop loss di bawah level Rp840.
Update Terbaru
Petinju Legendaris Bereaksi atas Masalah Keuangan Floyd Mayweather
Kamis / 02-07-2026, 22:29 WIB
Karyawan Toko Laporkan Tanda Bahaya Sebelum Penangkapan Kasus Pengabaian Anak di Ohio
Kamis / 02-07-2026, 22:29 WIB
Penambahan Tenaga Kerja AS Melambat, Hanya 57.000 Pekerjaan pada Juni
Kamis / 02-07-2026, 22:29 WIB
Chicago Pecahkan Rekor Suhu Minimum, Badai Petir Mengancam Akhir Pekan
Kamis / 02-07-2026, 22:28 WIB
Aktris Lisa Faulkner Umumkan Diagnosis Kanker Payudara Stadium Awal
Kamis / 02-07-2026, 22:28 WIB
Futures TSX Naik Didorong Kenaikan Emas dan Data Tenaga Kerja AS Melemah
Kamis / 02-07-2026, 22:28 WIB
Lorenzo Sonego Kalahkan Gabriel Diallo di Laga Marathon Wimbledon
Kamis / 02-07-2026, 22:28 WIB
Prediksi Portugal vs Kroasia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 22:28 WIB
Ilmuwan Missouri Ciptakan Entitas Buatan SpudCell dengan 36 Gen
Kamis / 02-07-2026, 22:27 WIB
New York Times Connections Puzzle 1116: Kata dan Tema Harian
Kamis / 02-07-2026, 22:26 WIB
Iconic Thamrin: Billboard Digital 3D 8K Hadir di Jantung Jakarta
Kamis / 02-07-2026, 22:26 WIB
JBL Luncurkan QuantumENGINE Terbaru dengan Audio Spasial dan AI Noise Cancellation
Kamis / 02-07-2026, 22:26 WIB
Kejagung: Lodewyk Dibantu Kolonel TNI Mark Up Pengadaan Motor Listrik
Kamis / 02-07-2026, 22:26 WIB
Mobil Diesel Pakai Biodiesel B50, Wajib Perhatikan Komponen Ini
Kamis / 02-07-2026, 22:26 WIB






