Gaya Bahasa Jakselan di Kampus: Ancaman bagi Logika Bahasa Baku
Pemandangan menarik sekaligus menggelitik sering terlihat di kafe dekat kampus atau koridor fakultas.
Percakapan mahasiswa kerap dipenuhi kosakata hibrida seperti "Which is sebenarnya kita tuh harus literally nyelesaiin ini fast as possible, Guys."
>>> IHSG Diprediksi Hijau, 3 Saham Pilihan untuk Dipantau Pekan Ini
Frasa seperti "Gue lagi nyari insight buat preference tugas ini, biar kelihatan lebih well-prepared" sudah menjadi makanan sehari-hari.
Campur aduk bahasa ini seolah menjadi identitas wajib mahasiswa urban masa kini.
Komodifikasi Sosial di Lingkungan Kampus
Di lingkungan pergaulan kampus, mencampur istilah asing bukan lagi sekadar bumbu percakapan. Ia telah bergeser menjadi alat komodifikasi sosial.
Ada kesepakatan tidak tertulis bahwa semakin banyak istilah asing diselipkan, semakin tinggi kasta sosial dan tingkat intelektualitas di mata sirkel pergaulan.
Sebaliknya, mereka yang berbicara bahasa Indonesia runtut sering dicap kaku atau kurang pergaulan.
Di balik topeng "keren" dan "intelek" tersebut, ada ancaman sosiolinguistik serius.
Penelitian dalam Jurnal Sosioteknologi ITB menunjukkan kecenderungan mencampuradukkan bahasa asing secara masif dipicu oleh prestise sosial demi membangun citra modernitas.
Dampak pada Kemampuan Menulis Ilmiah
Dampak lanjutannya dalam ranah pedagogi menunjukkan korelasi negatif terhadap kedisiplinan berbahasa formal. Kerancuan berbahasa menciptakan penurunan kepekaan terhadap struktur kalimat baku.
Saat mahasiswa dituntut menulis karya ilmiah, mereka mendadak gagap merangkai paragraf yang memenuhi standar logika kalimat efektif sesuai EYD V.
Kebiasaan menggunakan bahasa campuran membuat struktur berpikir menjadi malas.
>>> Pemerintah Siapkan Skenario Uji Coba Tol Tanpa Berhenti MLFF
Mereka terbiasa melompati proses pencarian padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia. Akibatnya, tulisan menjadi rancu, struktur kalimat bolong-bolong, dan argumen berputar-putar tanpa arah.
Update Terbaru
Statistik Amerika Serikat vs Bosnia: The Yanks Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Romelu Lukaku Bongkar Kunci Comeback Dramatis Belgia Singkirkan Senegal di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
BIFAN 2025 Dibuka dengan Rekor 321 Film, Rayakan 30 Tahun
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Rico Waas Dorong Rakernas APEKSI Hasilkan Aksi Nyata untuk Daerah
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Negosiasi AS-Iran di Qatar Rampung, Fokus pada Selat Hormuz
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Fortuna Sittard Minati Ole Romeny, Bisa Satu Tim dengan Justin Hubner
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Polisi Gelar Rekonstruksi 6 Tempat Taufik Hidayat Sekap dan Siksa YTR
Kamis / 02-07-2026, 10:40 WIB
ITSEC Asia Investasi Rp11 Miliar di AI, Targetkan Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031
Kamis / 02-07-2026, 10:40 WIB
Biaya Pesta Pernikahan Taylor Swift di New York Tembus Rp358 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 10:40 WIB
10 Pemain AS Kalahkan Bosnia 2-0, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 10:36 WIB
Trump Kantongi Rp192 Miliar dari Film Dokumenter Melania
Kamis / 02-07-2026, 10:35 WIB
Samsung Galaxy A18 5G Dikabarkan Gunakan Chip Qualcomm Snapdragon
Kamis / 02-07-2026, 10:35 WIB
Mencuci di Mesin Cuci Sebaiknya Pagi atau Malam? Ini Waktu Terbaik agar Hemat Listrik
Kamis / 02-07-2026, 10:35 WIB
Skincare untuk Pemula: Panduan Dokter agar Tak Salah Pilih Produk
Kamis / 02-07-2026, 10:35 WIB






