Pengetahuan Masyarakat Adat Kunci Atasi Krisis Iklim
Perubahan iklim mendorong berbagai negara mempercepat konservasi hutan dan restorasi ekosistem. Namun, masyarakat adat kerap tidak dilibatkan secara bermakna dalam pengambilan keputusan.
Padahal, mereka telah lama menjaga kawasan yang kini dianggap penting untuk mitigasi perubahan iklim.
>>> PT Asuransi Ekspor Indonesia Perkuat Kolaborasi Logistik Global
Hal ini disoroti dalam penelitian berjudul "Understanding the Mechanisms that Exclude Indigenous Knowledges from the IPCC Reports" oleh Julio C.
Postigo dari Indiana University.
Penelitian tersebut menunjukkan sistem penyusunan laporan IPCC belum menempatkan pengetahuan masyarakat adat sebagai bagian dari pengetahuan ilmiah yang diakui.
Akibatnya, praktik lokal yang relevan dalam menghadapi perubahan iklim belum mendapat perhatian memadai.
Proses penilaian IPCC lebih mengutamakan literatur ilmiah yang telah melalui mekanisme akademik. Sementara pengetahuan adat yang diwariskan secara lisan atau praktik turun-temurun sering tidak memenuhi standar tersebut.
Penggunaan berbagai sistem pengetahuan secara bersamaan dinilai dapat memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi perubahan lingkungan. Hal ini juga meningkatkan efektivitas kebijakan iklim.
Indonesia Miliki Warisan Pengetahuan Lokal yang Menjaga Hutan
Fenomena serupa juga terjadi di Indonesia.
Sebagai negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia memiliki ratusan komunitas adat yang menjaga hutan, sungai, dan kawasan pesisir melalui aturan tradisional.
>>> Masyarakat Adat Masih Terpinggirkan dalam Mitigasi Perubahan Iklim
Berbagai komunitas adat menerapkan larangan membuka kawasan hutan tertentu, mengatur waktu pemanfaatan hasil hutan, hingga menetapkan wilayah yang harus dilindungi sebagai kawasan sakral.
Praktik ini menjaga keseimbangan ekosistem dan mempertahankan cadangan karbon.
Sejumlah penelitian di Indonesia menunjukkan pengelolaan hutan berbasis adat mampu mendukung pelestarian jasa ekosistem.
Salah satunya adalah penelitian "Indigenous Dayak Iban Customary Perspective on Sustainable Forest Management, West Kalimantan, Indonesia" yang menemukan tata kelola hutan berdasarkan hukum adat menjaga fungsi ekologis hutan.
Update Terbaru
Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Rel Trem di Jerman Meleleh Akibat Suhu Ekstrem 41 Derajat Celsius
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Perbandingan Harga BBM Terbaru BP dan Shell per 1 Juli
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Prabowo Beri Pangkat Kehormatan kepada Mantan Ajudan Bung Karno
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Kemenperin Akui Insentif Kendaraan Listrik Belum Ada Kepastian
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
7 Cara Atasi Parenting Burnout agar Tidak Melampiaskan Emosi pada Anak
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
Michael Olise Kejar Rekor Assist Terbanyak Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
11 Negara ASEAN dengan Penderita Diabetes Terbanyak, Indonesia Peringkat 4
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB






