Kalidou Koulibaly Kritik Travel Ban AS yang Hambat Suporter Afrika di Piala Dunia 2026
Kebijakan pembatasan perjalanan yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat menuai kritik di ajang Piala Dunia 2026.
Aturan tersebut dinilai menghalangi suporter dari kawasan Afrika untuk memberikan dukungan langsung di stadion.
>>> Indomobil eMotor: Insentif Dorong Penjualan Motor Listrik
Sorotan terhadap regulasi ini muncul setelah laga perdana babak penyisihan grup di MetLife Stadium. Dalam pertandingan tersebut, Timnas Senegal harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor 1-3.
Kapten Senegal, Kalidou Koulibaly, melayangkan kritik terhadap aturan pemerintah AS. Pemain berusia 35 tahun itu menilai regulasi ini berpotensi menciptakan perlakuan tidak setara antar-suporter tim peserta.
Mantan bek Chelsea itu menyayangkan sepinya tribune stadion dari keriuhan khas pendukung asal negaranya akibat penangguhan izin masuk.
Federasi sepak bola Senegal sebenarnya telah mengupayakan kehadiran keluarga dekat pemain.
"Pihak federasi sudah melakukan berbagai upaya maksimal agar orang tua maupun keluarga dekat kami bisa hadir.
Namun, banyak pendukung yang sama sekali tidak bisa terbang ke Amerika," ujar Koulibaly dikutip dari The Athletic.
"Saya rasa setiap tim berhak membawa suporter mereka. Saya tidak mengerti mengapa orang-orang dari Afrika tidak bisa memilikinya di sini," tambahnya.
Dampak Kebijakan Travel Ban
Kendala mendasar ini bersumber dari kebijakan larangan perjalanan parsial yang disahkan Presiden AS Donald Trump pada Desember lalu.
>>> MPR Terbuka Terima Masukan dari Perguruan Tinggi soal UUD 1945
Aturan imigrasi tersebut berdampak langsung pada empat negara kontestan Piala Dunia 2026: Senegal, Pantai Gading, Iran, dan Haiti.
Dampak dari regulasi ini adalah penangguhan penerbitan visa kunjungan non-imigran, termasuk visa B1/B2.
Dokumen tersebut merupakan akses utama yang biasa digunakan suporter umum untuk keperluan bisnis maupun pariwisata.
Update Terbaru
Pemilik Percetakan Laporkan Balik Tiga Korban Penyekapan, Said Iqbal Soroti Upah Rp500 Ribu
Jumat / 03-07-2026, 23:41 WIB
Komdigi Tutup Jalur Registrasi SIM Card Pakai NIK, Wajib Biometrik
Jumat / 03-07-2026, 23:41 WIB
Cape Verde Tak Gentar Hadapi Argentina dan Messi di Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:07 WIB
Rating Pemain Portugal vs Kroasia: Ronaldo Cetak Gol, tapi Rafael Leao yang Terbaik
Jumat / 03-07-2026, 23:07 WIB
PSSI Tolak Anggapan Piala AFF Ecek-ecek: Kita Belum Juara
Jumat / 03-07-2026, 23:07 WIB
'Teach You a Lesson' Geser 'The Glory' dari 5 Besar Drama Korea Netflix
Jumat / 03-07-2026, 23:07 WIB
PSSI Targetkan Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:06 WIB
Bunuh 21 Ribu Anak Gaza, Israel Makin Dicap Rezim Pembunuh Bayi
Jumat / 03-07-2026, 23:06 WIB
Wamendagri Minta Pemkab Intan Jaya Serius Tangani Temuan Jenazah Warga
Jumat / 03-07-2026, 23:06 WIB
Prediksi Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Los Cafeteros Unggul
Jumat / 03-07-2026, 23:06 WIB
Heeseung Resmi Tinggalkan ENHYPEN untuk Karier Solo, Ini Penjelasan BELIFT LAB
Jumat / 03-07-2026, 23:03 WIB
Stray Kids' Seungmin Kurangi Aktivitas karena Cedera Pergelangan Kaki
Jumat / 03-07-2026, 23:03 WIB
Dua Acara Memasak Realitas Korea Baru untuk Ditonton Setelah 'Culinary Class Wars'
Jumat / 03-07-2026, 23:02 WIB
Dealer Dodge di California Timbun 15 Challenger Demon, Termasuk 7 Demon 170
Jumat / 03-07-2026, 23:02 WIB






