Inggris Resmi Larang Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Pemerintah Inggris secara resmi melarang penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun.
Kebijakan ini diumumkan pada Sabtu, 20 Juni 2026, oleh Perdana Menteri Sir Keir Starmer.
>>> Kinerja Keuangan GEMS Turun di Kuartal I-2026, Intip Prospeknya
Langkah ini disebut sebagai kebijakan bersejarah untuk memulihkan masa kanak-kanak yang dinilai tergerus oleh aktivitas digital.
Regulasi baru mewajibkan platform media sosial menutup akses bagi pengguna di bawah batas usia yang ditentukan.
Platform yang Terkena Dampak
Aturan ini menyasar platform besar seperti TikTok, Instagram, Snapchat, Facebook, YouTube, dan X. Namun, layanan pesan instan seperti WhatsApp dan Signal untuk sementara dikecualikan, meskipun akan ditinjau kembali.
Pemerintah juga berencana membatasi fitur berisiko tinggi bagi remaja, termasuk siaran langsung dan akses komunikasi dengan orang asing di platform game.
Selain itu, sedang dikaji jam malam penggunaan platform digital serta pemblokiran fitur kecanduan seperti infinite scrolling dan autoplay.
>>> KAI dan Kemenhub Perkuat Angkutan Kereta saat Libur Sekolah dengan Diskon 30%
Regulator komunikasi Inggris, Ofcom, diberi kewenangan tambahan untuk menyusun mekanisme verifikasi usia. Penegakan aturan sepenuhnya diarahkan kepada penyedia platform, bukan kepada anak-anak atau orang tua.
Kebijakan ini didasarkan pada konsultasi nasional yang menunjukkan sekitar 90% orang tua mendukung batas usia minimum akses media sosial.
Namun, sejumlah perusahaan teknologi mengkritik larangan total karena dinilai berisiko mendorong remaja beralih ke platform ilegal.
Kelompok anak muda dan pakar juga berpendapat bahwa media sosial masih memiliki manfaat edukasi, kreativitas, dan ruang komunitas.
>>> Indef: Ulasan MSCI Pertegas Pasar RI Relevan bagi Investor Global
Pemerintah Inggris menargetkan regulasi ini mulai diimplementasikan pada musim semi 2027 setelah proses legislasi selesai.
Update Terbaru
Setelah Indonesia, TikTok PHK 300 Karyawan di Eropa
Jumat / 03-07-2026, 09:56 WIB
Mobil Diesel Lawas Bisa Minum Solar B50? Ini Kata Pakar ITB
Jumat / 03-07-2026, 09:56 WIB
Trailer Inggris Grow Up Show -Sunflower Circus- Rilis, Umumkan Cast dan Dub Hari yang Sama
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
Tougen Anki: Nikko Kegon Falls Arc Umumkan Pengisi Suara Brigade Oni
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
WNBA Umumkan Pemain Starter All-Star 2026, Paige Bueckers Pimpin Suara
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
Phoenix Mercury Jamu Seattle Storm dalam Laga Wilayah Barat
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB
Ticketmaster Alami Gangguan Teknis di Tengah Pengungkapan Pembicaraan dengan Trump
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB
Peringatan Dini: Arus Atlantik Melambat, Ilmuwan Khawatir Titik Kritis Iklim
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB
Ghana Hadapi Kolombia di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 09:35 WIB
Relic Entertainment Rilis Company of Heroes 3: Final Stand, Game Bertahan Hidup Mandiri
Jumat / 03-07-2026, 09:35 WIB
Inggris ke 16 Besar Piala Dunia, Hadapi Meksiko
Jumat / 03-07-2026, 09:35 WIB
Menkeu Purbaya: RUU PFII Jadi Pilar Indonesia Menuju Pusat Keuangan Kelas Dunia
Jumat / 03-07-2026, 09:35 WIB
Daftar 12 Tim Tersingkir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 09:31 WIB
Momen Trump Ngobrol Bareng 'Roosevelt' Hasil AI Viral di Medsos
Jumat / 03-07-2026, 09:31 WIB






