Denny Siregar Ungkap Alasan Rumah Produksi Jarang Garap Film Konflik Sejarah
Produser film Tanah Runtuh, Denny Siregar, mengungkapkan alasan di balik jarangnya rumah produksi Indonesia mengangkat tema kerusuhan lokal.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Pusat.
>>> China Dukung Nota Kesepahaman AS-Iran untuk Redakan Ketegangan Timur Tengah
Menurut Denny, banyak produser lebih memilih investasi aman pada genre seperti horor atau komedi. Risiko kerugian pada film bertema konflik sejarah dinilai lebih besar.
Film Tanah Runtuh garapan sutradara Rudi Soedjarwo mengambil latar konflik bernuansa agama di Poso, Sulawesi Tengah, pada 1998 hingga 2001.
Denny menilai kehadiran film ini penting agar masyarakat belajar dari peristiwa kelam masa lalu.
"Permasalahan di kita itu sebenarnya di situ-situ aja. Jadi, saya ngelihat bahwa masyarakat kita itu banyak tidak belajarnya dari banyak peristiwa sebelumnya," kata Denny.
Ia menambahkan, perlu dihadirkan cerita yang berbicara tentang kebaikan di tengah kekacauan. Indonesia memiliki banyak materi sejarah potensial seperti tragedi di Ambon, Poso, dan Sampit.
"Ambon, Poso, Sampit, segala macam kita punya banyak peristiwa. Tinggal ngambil angle-nya dari mana aja," tegasnya.
Kendati kaya akan bahan cerita, mayoritas produser enggan mengangkat tragedi kerusuhan karena kendala teknis dan anggaran besar.
>>> Ziarah Pangeran Jayakarta Jadi Tradisi Sambut HUT ke-499 Jakarta
"Memang permasalahannya adalah tidak banyak produser atau production house yang mau mengambil model cerita kayak begini," jelas Denny.
Ia membandingkan dengan film komedi atau horor yang risikonya lebih kecil.
"Dibandingkan kalau saya harus bikin film komedi biasa atau horor biasa, sebagai produser kita harus investasi, risikonya lebih kecil daripada bikin film seperti Tanah Runtuh," paparnya.
Melalui proyek ini, Denny berharap sineas lain terdorong memproduksi film serupa demi kemanusiaan. "Tapi kan harus ada yang memulai.
Harus ada yang bergerak di situ," tutupnya.
Film Tanah Runtuh menyoroti kisah dua bersaudara, Kai dan Ringgo, yang terpisah dari ibu di tengah konflik Poso.
Mereka bertemu anggota polisi bernama Idham yang membantu mereka keluar dari bahaya.
>>> EA Rilis Kartu Spesial Lionel Messi OVR 119 di FC Mobile
Film ini akan dirilis serentak di bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.
Update Terbaru
Ada Berapa Role di MLBB? Ini Penjelasan Lengkap dan Tugasnya
Rabu / 01-07-2026, 12:20 WIB
iQOO Pad 5c Resmi Meluncur dengan Snapdragon 8s Gen 3 dan Baterai 10.000 mAh
Rabu / 01-07-2026, 12:20 WIB
Redmi Luncurkan Headphone Over-Ear Pertama dengan ANC 42dB dan Baterai 72 Jam
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
6 Drakor Terbaru Juli 2026: Comeback Nam Joo Hyuk hingga Lee Dong Wook
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
Ekspresi Marah Suporter Cantik Viral, Ternyata Anak Legenda Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
Snapdragon Summit 2026 Digelar September, Ini Bocoran Chip Baru
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Meta dan Komdigi Bentuk Tim Khusus Berantas Spam Link Judi Online
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Potongan Aplikasi 8 Persen, Menhub Jamin Tarif Ojol Tak Berubah
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Ronald Koeman Mundur Usai Belanda Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Blue Dragon Series Awards 2026 Umumkan Daftar Nominasi, Drama dan Variety Show OTT Terbaik Siap Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 12:11 WIB
Ahn Bo Hyun Berburu Kriminal dengan Gaya Mewah Chaebol di Flex x Cop 2
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Creative Director Clair Obscur: Expedition 33 Puji Kingdom Hearts 2 sebagai Action RPG Terbaik
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Meksiko Lolos ke 16 Besar Piala Dunia Usai Kalahkan Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Meksiko dan Prancis Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB






