Alasan Kenapa Unta Paling Banyak Ada di Australia Bukan Arab
Unta sering diidentikkan dengan kawasan Timur Tengah yang gersang. Namun, siapa sangka populasi unta terbesar di dunia justru berada di Australia.
Guinness Book of Records telah mengonfirmasi Australia sebagai surga bagi populasi unta liar terbesar di bumi.
>>> 10 Drama Korea Rating Tertinggi Awal April 2026
Kok Bisa Ada Unta di Australia?
Unta bukan hewan asli Australia. Nenek moyang unta berasal dari Amerika Utara, lalu bermigrasi ke Asia dan Afrika jutaan tahun lalu.
Karena terhalang geografis, unta tidak bisa mencapai Australia secara alami. Kehadiran mereka baru dimulai pada masa kolonial Inggris di abad ke-19.
Pemerintah kolonial mendatangkan unta untuk membantu proyek pembangunan jalur telegraf yang melintasi gurun Australia. Mereka juga membawa pawang dari Afghanistan dan Pakistan.
Saat transportasi beralih ke kendaraan bermotor, unta-unta itu dilepaskan ke alam liar karena dianggap tidak berguna lagi.
Tanpa predator alami dan dengan minimnya kompetitor di pedalaman Australia yang kering, unta beradaptasi dengan sangat baik dan mengalami ledakan populasi.
Picu Krisis Lingkungan dan Air
Ledakan populasi unta menjadi ancaman serius bagi ekosistem lokal. Sebelum kedatangan unta, mamalia terbesar di Australia hanyalah kanguru.
>>> Pemerintah Eksekusi Lahan Hotel Sultan di Blok 15 GBK
Unta mengonsumsi vegetasi lokal secara berlebihan, menyebabkan krisis pangan bagi spesies endemik lain, termasuk hewan yang terancam punah.
Unta juga mampu minum air dalam jumlah besar setelah berhari-hari menahan haus, mengakibatkan banyak sumber air alami mengering dan memicu krisis air bersih.
Pemerintah Australia sempat menggelar program penyembelihan massal dan berhasil mengeliminasi sekitar 100.000 ekor unta.
Namun, angka itu belum cukup meredam pertumbuhan populasi yang kini diperkirakan mencapai ratusan ribu hingga jutaan ekor.
Meski demikian, kehadiran unta tidak sepenuhnya negatif.
>>> Cara Mendapatkan Layanan Cuci Darah Gratis dari BPJS Kesehatan
Aktivitas mereka memakan rumput semak di pedalaman membantu membatasi peredaran rumput liar, yang secara tidak langsung menekan potensi kebakaran lahan.
Update Terbaru
DJP Targetkan Pajak Digital Tembus Rp24 Triliun per Tahun
Rabu / 01-07-2026, 17:00 WIB
Anime Expo 2026 Digelar 2 Juli dengan Pengalaman Downtown LA yang Diperluas
Rabu / 01-07-2026, 17:00 WIB
10 HP Layar 7 Inci Terbaik 2026: Dari Entry Level Rp2 Jutaan hingga Flagship
Rabu / 01-07-2026, 17:00 WIB
Tren Smart Home di Indonesia: Buka Pintu dengan Sidik Jari hingga Face Recognition
Rabu / 01-07-2026, 16:59 WIB
Samsung Umumkan Peta Jalan Chip 2nm Generasi Ketiga dan 1.4nm Generasi Kedua
Rabu / 01-07-2026, 16:59 WIB
Korea Selatan Gratiskan Biaya Visa untuk Turis Grup, WNI Termasuk
Rabu / 01-07-2026, 16:59 WIB
Tsunami Durian! Singapura Bagikan 600 Kg Durian Gratis, Antrean Mengular
Rabu / 01-07-2026, 16:57 WIB
Trailer The Love Hypothesis Rilis, Awal Mula Pacaran Palsu Olive dan Adam
Rabu / 01-07-2026, 16:57 WIB
Sinopsis Enola Holmes 3: Enola Tunda Pernikahan Demi Selamatkan Sherlock
Rabu / 01-07-2026, 16:56 WIB
Sony Alpha 7R VI Resmi Hadir di India dengan Sensor 66,8 MP
Rabu / 01-07-2026, 16:56 WIB
10 Parfum Lokal Terlaris di Shopee Sepanjang 2026, Wangi Tahan Lama
Rabu / 01-07-2026, 16:56 WIB
Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?
Rabu / 01-07-2026, 16:56 WIB
4 Serum Penumbuh Rambut Terlaris di Shopee, Bantu Atasi Rambut Rontok
Rabu / 01-07-2026, 16:56 WIB
100 Daftar Nama Roblox Keren untuk Cowok, Lengkap dengan Tips Memilih
Rabu / 01-07-2026, 16:30 WIB






