Kebun Kurma Abdurrahman Bin Auf di Madinah, Wisata Sejarah dan Kuliner
Madinah memiliki destinasi wisata sejarah yang erat dengan rekam jejak sahabat Rasulullah SAW, yaitu Kebun Kurma Abdurrahman Bin Auf.
Tempat ini terletak di kawasan Awali, Madinah, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kurma ajwa terbaik.
>>> Trump Dorong Gencatan Senjata Penuh di Timur Tengah
Area perkebunan ini berada sekitar 20 menit dari Masjid Nabawi dan hanya berjarak dua menit dari Masjid Quba.
Lokasinya juga berdekatan dengan situs bersejarah lain seperti Sumur Ghars dan Sumur Ihn.
Dari total 500 pohon yang tertanam di area tersebut, sebanyak 350 pohon di antaranya merupakan penghasil kurma ajwa Madinah.
Setiap pohon di kebun ini mampu memproduksi sekitar 70 kilogram kurma favorit Nabi Muhammad tersebut.
Sejarah dan Peninggalan Kuno
Pengelola Kebun Kurma Abdurrahman Bin Auf, Hasan Alkiwi, menjelaskan bahwa lahan ini dahulunya milik sahabat Nabi yang terkenal kaya raya dan dermawan.
Abdurrahman bin Auf merupakan satu dari sepuluh sahabat yang mendapat jaminan masuk surga.
Di dalam area perkebunan, terdapat sebuah sumur bersejarah yang diperkirakan telah berusia kurang lebih 1.400 tahun. Sumur tersebut dibangun saat masa hijrah dari Makkah menuju ke Madinah.
"Dan sumur sedalam 60 meter ini dahulu airnya disedekahkan untuk penduduk," katanya.
>>> Kanada Hancurkan Qatar 6-0, Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia
Hasan Alkiwi mengisahkan kembali bagaimana Abdurrahman Bin Auf merintis bisnisnya dari nol di Madinah setelah meninggalkan seluruh harta bendanya di Makkah.
Hasil dari kesuksesan usaha tersebut kemudian disedekahkan di jalan Allah, termasuk sumur yang pernah menjadi mahar pernikahannya.
Selain sumur kuno, pengunjung juga dapat melihat dinding berbatu peninggalan Kekaisaran Turki Usmani yang diperkirakan berumur 300 tahun.
Aliran air yang mengalir di bawah dinding tersebut bersumber langsung dari sumur peninggalan Abdurrahman bin Auf.
Fasilitas Kuliner dan Pergerakan Ekonomi
Destinasi ini tidak hanya menyajikan nilai sejarah Islam bagi para wisatawan.
Pengelola kini telah mengembangkan fasilitas penunjang seperti warung bakso, toko suvenir, pusat oleh-oleh, hingga kafe yang beroperasi selama 24 jam.
Aktivitas pariwisata dan ekonomi di area perkebunan ini juga berdampak pada pembukaan lapangan kerja.
>>> MSCI Turunkan Penilaian Aksesibilitas Pasar Modal Indonesia, Risiko Eksodus Dana US$ 13 Miliar
Saat ini, kawasan tersebut mempekerjakan 30 tenaga kerja yang berasal dari berbagai negara, termasuk Pakistan, Mesir, Yaman, dan Indonesia.
Update Terbaru
LG Kenalkan Smart Home AI ala Korea di Indonesia, Gandeng Minho SHINee
Rabu / 01-07-2026, 13:15 WIB
Koleksi Merchandise Disney F1 Ini Bikin Saya yang Bukan Penggemar Balap pun Tertarik
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Twenty Below Coffee Tutup Dua Lokasi di Fargo dan Moorhead
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Justin Wrobleski Dominasi Twins, Perkuat Peluang ke All-Star
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
RTX 3060 Kembali Dijual di Jerman, Tapi Harganya Lebih Mahal dari GPU Generasi Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Dave Roberts Raih Kemenangan ke-1.000 sebagai Manajer Dodgers
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Niall Horan Hadiri Wimbledon 2026 Bersama Kekasih, Bicara Kesuksesan Album Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Bracket Knockout Piala Dunia 2026 Ditentukan, 32 Tim Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
Dodgers Panggil Wyatt Mills, Designate Jonathan Hernandez
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
BMW Luncurkan X5 Generasi Kelima dengan Lima Pilihan Drivetrain
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
PERURI Pamerkan Inovasi Limbah Jadi Paving Block di Sunda Karsa Fest KKJ 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Kemenperin: Penguatan HGBT Jadi Penopang Industri Nasional
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Syarat Terjadinya Integrasi Sosial di Masyarakat Menurut Ahli
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Cara Cepat Dapat Saldo DANA 10 Dolar Lewat Aplikasi Puzzle Seru 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB






