Kemenag Perkuat Satgas Pencegahan Kekerasan Seksual di Ponpes
Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pesantren. Penguatan dilakukan melalui Satgas Pencegahan Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren dan Pendidikan Islam.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pendekatan hukum saja tidak cukup. "Tidak akan pernah selesai kalau hanya pendekatan hukum.
>>> Diskominfo Bogor Edukasi Literasi Digital Pelajar Lewat OB Van Teman FM
Harus ada pendekatan komprehensif," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Satgas di Jakarta, Kamis.
Penguatan ini menjadi bagian dari platform kebijakan pesantren anti-kekerasan terhadap perempuan. Tujuannya menghadirkan lingkungan pendidikan keagamaan yang aman, bermartabat, dan ramah bagi santri.
Menurut Menag, penanganan kekerasan di pesantren harus dilakukan secara komprehensif. Upaya pencegahan perlu memperkuat tata kelola kelembagaan, budaya pengasuhan, pemahaman keagamaan, serta nilai-nilai luhur pesantren.
Ia menjelaskan pesantren memiliki tradisi keilmuan yang khas, seperti sanad keilmuan, hubungan guru-murid, dan tata krama pembentuk karakter santri.
Penguatan pesantren tidak hanya administratif, tetapi juga memastikan nilai dan tradisi hidup dalam penyelenggaraan pendidikan.
Menag menekankan pentingnya kejelasan identitas dan tata kelola pesantren. Hal ini agar lembaga pendidikan keagamaan dapat menjalankan fungsi pengasuhan dan pendidikan secara bertanggung jawab.
Ia juga menyoroti perlunya pemahaman yang lebih jernih mengenai unsur-unsur dasar pesantren (arkanul ma'had).
Termasuk keberadaan kiai, santri mukim, asrama, masjid atau mushalla, serta kajian kitab kuning atau dirasah Islamiyah.
"Jadi harus mendefinisikan dengan konsisten. Apa itu pondok pesantren, apa itu kiai, dan kriteria apa yang harus dimiliki," kata Menag.
>>> Susunan Pemain Ceko vs Afrika Selatan di Piala Dunia 2026
Selain penguatan nilai, Menag menyoroti pentingnya membaca persoalan kekerasan seksual melalui perspektif relasi kuasa. Ia menilai kekerasan kerap terjadi karena dominasi relasi kuasa yang timpang dan disalahgunakan.
Update Terbaru
Cuktech Power Bank 600 Meluncur dengan Daya 600W, Bisa Nyalakan Ketel dan Bor
Rabu / 01-07-2026, 11:15 WIB
9 Merek Skincare Organik Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Rabu / 01-07-2026, 11:15 WIB
North West Pamer Tindikan Bibir di Paris Fashion Week
Rabu / 01-07-2026, 11:15 WIB
Harga BBM Non Subsidi Turun, Pertamax Tetap Rp16.250 per Liter
Rabu / 01-07-2026, 11:14 WIB
Insentif EV Molor Lagi, Pemerintah Lebih Fokus Mobil Nasional
Rabu / 01-07-2026, 11:14 WIB
Film Obsession Tawarkan Teror Cinta Berujung Maut, Ini Sinopsis Horor Psikologis yang Viral di X
Rabu / 01-07-2026, 11:08 WIB
Teori Penggemar: Cyberpunk: Edgerunners Season 2 Bisa Berdarah di Awal
Rabu / 01-07-2026, 11:05 WIB
Badai Tunda Laga Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia, Wartawan Senior Pensiun
Rabu / 01-07-2026, 11:05 WIB
Suami Sarah Gibson Kerja Apa? Diska Resha Putra Ternyata Pengusaha dan Pernah Jadi Manajer Klub Sepak Bola
Rabu / 01-07-2026, 11:02 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 2 - 5 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:02 WIB
Mesin Pinball Lego Fungsional Jadi Set Terbaik Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:01 WIB
Yordan Alvarez Pukul Grand Slam, Astros Kalahkan Twins 6-4
Rabu / 01-07-2026, 11:01 WIB
Suporter Meksiko Teriakkan Nyanyian Homofobik ke Kiper Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB






