Reformasi Pasar Modal Jangan Kendur Meski IHSG Mulai Pulih
Fondasi Pasar Modal yang Kuat
Pasar modal yang sehat tidak dibangun melalui reli indeks sesaat.
Pasar yang kuat lahir dari fondasi tata kelola yang baik, transparansi yang tinggi, perlindungan investor yang memadai, serta kepastian aturan yang dapat dipercaya.
>>> KTT G7 Berakhir Tanpa Komunike Akhir untuk Kedua Kalinya
Kepercayaan investor tidak dapat dibangun hanya melalui sentimen positif atau arus dana jangka pendek, melainkan melalui konsistensi kebijakan dan integritas institusi dalam jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, langkah-langkah perbaikan yang telah dilakukan regulator perlu terus dilanjutkan.
Transparansi kepemilikan saham harus diperkuat, kualitas keterbukaan informasi emiten perlu ditingkatkan, dan pengawasan terhadap praktik yang merusak integritas pasar harus dilakukan secara tegas.
Pada saat yang sama, akses investor terhadap pasar Indonesia harus makin mudah, efisien, dan setara dengan standar internasional.
Kebutuhan akan pasar modal yang kredibel menjadi makin penting mengingat struktur ekonomi Indonesia yang terbuka. Arus modal global bergerak sangat cepat mengikuti persepsi risiko dan tingkat kepercayaan investor.
Sedikit saja keraguan terhadap kualitas tata kelola dapat memicu keluarnya dana asing dalam jumlah besar dan menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar, pasar saham, maupun stabilitas keuangan secara keseluruhan.
Lebih jauh lagi, Indonesia masih menghadapi keterbatasan ruang fiskal karena APBN berada dalam kondisi defisit. Pemerintah membutuhkan sumber pembiayaan pembangunan yang kuat dan berkelanjutan.
Di sinilah peran strategis pasar modal menjadi sangat penting.
Pasar modal yang sehat mampu menghimpun dana jangka panjang bagi dunia usaha, memperluas sumber pembiayaan ekonomi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan perbankan maupun modal asing jangka pendek.
Karena itu, reformasi pasar modal bukan sekadar agenda sektor keuangan. Reformasi ini merupakan bagian penting dari strategi pembangunan nasional.
Makin tinggi kredibilitas pasar modal Indonesia, makin besar pula kemampuan ekonomi nasional untuk menarik investasi, memperkuat ketahanan eksternal, serta menopang pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pemulihan IHSG patut disambut positif. Namun, tujuan akhirnya bukanlah sekadar mengembalikan indeks ke level yang lebih tinggi.
Yang lebih penting adalah membangun pasar modal yang terpercaya, transparan, dan berintegritas.
>>> Direksi Baru BEI Berkomitmen Tingkatkan Transparansi Pasar Modal
Hanya dengan fondasi itulah pasar modal Indonesia dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan di masa depan.
Update Terbaru
Matt Smith Tak Percaya Keanu Reeves Nonton Film Gagalnya, Morbius
Jumat / 03-07-2026, 04:29 WIB
Manajer Komunitas Destiny 2 Kritik Pemimpin yang Buat Keputusan Buruk Bertahun-tahun
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mike Rowe Gugat Discovery atas Biaya Narasi Deadliest Catch
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Penampakan Hiu Paksa Penutupan Bergilir di Pantai Long Island dan Queens
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Square Enix Manga & Books Umumkan 8 Manga dan 2 Buku Final Fantasy
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Los Angeles Alami Suhu Lebih Dingin di Tengah Gelombang Panas Nasional
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Zendaya Puji Dedikasi Tom Holland di Film Spider-Man: Brand New Day
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Kebakaran Besar Melanda Bekas Pembangkit Listrik Aberthaw di Wales
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
BBC Hentikan Serial Winterwatch Setelah 14 Tahun, Ganti dengan Naturewatch
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Resiliensi dan Fokus Baja: AS Kalahkan Bosnia di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Piala Dunia 2026: Taruhan USMNT Cetak Rekor Baru
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Invasi Suporter Argentina di Miami: Tiket Mahal dan Keamanan Diperketat
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB






