Danantara Indonesia Raih Pemesanan Obligasi Global 4,6 Miliar Dollar AS
Danantara Indonesia mencatat kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga lebih dari tiga kali lipat dalam penerbitan obligasi global perdana berdenominasi dollar AS.
Acara berlangsung di Jakarta pada Senin (15/6/2026).
>>> Pemprov DKI Jakarta Buka Pendaftaran Program Padat Karya 2026, Sediakan 2.843 Lowongan
Minat tinggi dari investor internasional menjadi bukti kuatnya kepercayaan pasar global terhadap fundamental ekonomi nasional.
Penghimpunan dana yang awalnya ditargetkan sebesar 1 miliar dollar AS melonjak setelah roadshow di berbagai pusat keuangan dunia.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjelaskan bahwa respons positif ini merefleksikan optimisme pelaku pasar internasional terhadap prospek investasi jangka panjang di Indonesia.
"Kepercayaan market, kepercayaan dunia luar terhadap Indonesia itu sangat baik," ujarnya.
Lonjakan pemesanan yang masuk selama proses book building menyentuh angka sekitar 4,6 miliar dollar AS.
Manajemen kemudian memutuskan menaikkan total emisi obligasi dari rencana awal 1 miliar dollar AS menjadi 1,5 miliar dollar AS.
>>> Gencatan Senjata AS-Iran Tekan Posisi Politik Netanyahu
Dana hasil penerbitan dipecah ke dalam dua instrumen tenor, yakni durasi lima tahun dan 10 tahun. Masing-masing memiliki nilai nominal sebesar 750 juta dollar AS.
Tingkat kupon atau imbal hasil yang diperoleh berada di bawah estimasi awal pasar.
Tenor lima tahun ditetapkan dengan yield 5,35 persen dan tenor 10 tahun sebesar 5,95 persen.
Rosan menambahkan bahwa jika investor tidak percaya, mereka pasti meminta yield premium yang sangat tinggi. Namun, yield yang diperoleh justru sangat kompetitif.
Peta sebaran investor obligasi ini didominasi oleh pelaku pasar dari Amerika Serikat dan Eropa. Hal ini bergeser dari tren historis obligasi Indonesia yang biasanya didominasi investor Asia.
Pada instrumen tenor lima tahun, porsi investor dari Amerika Serikat mencapai 38 persen, Eropa dan Timur Tengah 41 persen, serta Asia 21 persen.
>>> Krisis Solar di Sumatera: Antrean Panjang Kembali Terjadi, Sistem Logistik Dipertanyakan
Sementara untuk tenor 10 tahun, investor Amerika Serikat menyerap 52 persen, Eropa dan Timur Tengah 31 persen, dan Asia 17 persen.
Update Terbaru
5 Rekomendasi Suplemen Magnesium untuk Atasi Insomnia dan Stres
Kamis / 02-07-2026, 01:08 WIB
4 Buku Tulis Sekolah Tebal dan Murah, Tak Perlu Ribet Pasang Sampul
Kamis / 02-07-2026, 01:08 WIB
Cara Membuat NIB Mudah dan Gratis, Pedagang Online Kini Wajib Punya
Kamis / 02-07-2026, 01:07 WIB
Hasil Investasi Asuransi Umum Meningkat, OJK Ingatkan Risiko Volatilitas
Kamis / 02-07-2026, 01:07 WIB
Menteri Keuangan: Harga Pertamax Segera Turun Bertahap
Kamis / 02-07-2026, 01:07 WIB
Ekspresi Jokowi dan JK Jadi Sorotan, Isu Ijazah Palsu Kembali Mencuat
Kamis / 02-07-2026, 01:07 WIB
Prabowo Akui Dapur MBG Polri Paling Baik Dibanding Lainnya
Kamis / 02-07-2026, 01:07 WIB
Florida Panthers Rekrut Radko Gudas dengan Kontrak Enam Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:05 WIB
AI dan Kelangkaan Memori Dorong Kenaikan Harga Konsol Game
Kamis / 02-07-2026, 01:05 WIB
Toronto Siapkan Aktivitas Redakan Panas dan Kembang Api di Canada Day
Kamis / 02-07-2026, 01:05 WIB
Patrick Kane Masuk Pasar Bebas, Tiga Tim Utama Berminat
Kamis / 02-07-2026, 01:01 WIB
Piala Dunia FIFA Lampaui Final NBA dalam Jumlah Penonton di AS
Kamis / 02-07-2026, 01:01 WIB
Manchester City Rekrut Elliot Anderson dengan Rekor Transfer Inggris
Kamis / 02-07-2026, 01:00 WIB
KAI Logistik Perkuat Posisi di Rantai Dingin Nasional dengan Angkutan Reefer
Kamis / 02-07-2026, 01:00 WIB






