Harga Pertamax Naik 32 Persen Jadi Rp16.250 Per Liter per 14 Juni 2026
PT Pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter per 14 Juni 2026.
Kenaikan ini mencapai 32% dibandingkan harga sebelum konflik Timur Tengah yang berada di level Rp12.300 per liter.
>>> Kylian Mbappe Buka Suara soal Cemoohan Fans dan Statusnya di Real Madrid
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan penyesuaian harga juga dilakukan oleh operator SPBU swasta untuk produk serupa.
"Penyesuaian pada harga BBM nonsubsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional," kata Simon dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026) malam.
Meski harga Pertamax naik, Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi tidak berubah. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.
Simon menambahkan bahwa Pertamina dengan dukungan pemerintah terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Fluktuasi Harga Pertamax dari Masa ke Masa
Kenaikan ini menambah panjang catatan fluktuasi harga Pertamax di Indonesia akibat pengaruh pasar minyak mentah global dalam dua dekade terakhir.
Pada Mei 2015, Pertamina sempat membatalkan rencana menaikkan harga Pertamax dari Rp8.800 menjadi Rp9.600 per liter.
>>> Keraton Solo Lepas Lima Kebo Bule Jelang Kirab Malam 1 Suro
Konflik Rusia-Ukraina pada 2022 mendorong harga Pertamax melonjak dari Rp9.000 ke Rp12.500 per liter pada April 2022.
Pada September 2022, saat harga minyak mentah Brent menembus US$100 per barel, harga Pertamax naik ke Rp14.500 per liter.
Ketegangan di Timur Tengah pada akhir Februari 2026 kembali memicu lonjakan harga domestik, meski harga minyak dunia sempat turun ke US$90 per barel pada akhir Mei.
Pertamax pertama kali diperkenalkan ke pasar domestik pada 10 Desember 1999, menggantikan produk Premix dan Super TT karena kandungan MTBE yang dinilai merusak lingkungan.
Bensin RON 92 ini diproduksi dengan campuran zat aditif Pertatec dari kilang Pertamina, yang diklaim mampu menciptakan efisiensi konsumsi dan menjaga kebersihan ruang bakar.
>>> ADES Masuk Bisnis Gummy, Targetkan Pasar Rp15,2 Triliun
Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan dengan kompresi 9,1—10,1, terutama yang menggunakan teknologi EFI dan catalytic converters.
Update Terbaru
Cristiano Ronaldo Cetak Gol, Portugal Sikat Kroasia dan Lolos ke 16 Besar
Jumat / 03-07-2026, 09:22 WIB
Naik Rp11.000, Harga Emas Antam Kini Dijual Rp2.651.000 per Gram
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Komut Pertamina: Keselamatan Kerja Fondasi Utama Keandalan Operasional
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Jerome Polin Sentil 'Negara Sakit' soal Vonis Nadiem, Yusril: Kalau Terbukti Ya Dihukum
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Bank Mandiri Salurkan 3.360 Paket Makanan untuk Pekerja Rentan Lewat Livin' Berbagi
Jumat / 03-07-2026, 09:07 WIB
Kasur Jadi Tempat Sampah, Kisah Pria Numpang 4 Tahun yang Bikin Emosi
Jumat / 03-07-2026, 09:06 WIB
5 Parfum Lokal Unisex dengan Kemasan Mewah dan Unik yang Wajib Dikoleksi
Jumat / 03-07-2026, 09:06 WIB
Panduan Mengakhiri Polemik Lewat Klarifikasi Terbuka bagi Jurnalis Babel 2026
Jumat / 03-07-2026, 09:01 WIB
Cara Cek Pencairan Bansos PKH dan BPNT Susulan 2 Juli 2026 di Saldo KKS Mandiri
Jumat / 03-07-2026, 09:00 WIB
Baca Prediksi Lookism Chapter 615 Bahasa Indonesia, Ending Bikin Penasaran!
Jumat / 03-07-2026, 09:00 WIB
Lookism Chapter 614 Menuju Klimaks! Ini Hal yang Perlu Diingat
Jumat / 03-07-2026, 09:00 WIB
Takushi Koide Bawa Nuansa 90-an di Goodbye, Lara dengan Garis Tebal dan Animasi Gambar Tangan
Jumat / 03-07-2026, 08:46 WIB
Kodansha USA Umumkan Rilis Cetak Phoenix, Witch Hat Atelier, dan Belasan Manga Lain
Jumat / 03-07-2026, 08:46 WIB
Jordan Walker Pukul Three-Run Homer, Akhiri 17 Pertandingan Tanpa Home Run
Jumat / 03-07-2026, 08:46 WIB






