Warna Keju Tidak Menentukan Kualitas Nutrisinya, Ini Faktanya
Keju hadir dalam berbagai warna, dari putih pucat hingga jingga terang. Banyak masyarakat menganggap keju yang lebih kuning atau jingga memiliki kualitas lebih baik.
Faktanya, warna keju tidak selalu mencerminkan mutu atau kandungan gizinya. Beberapa riset menunjukkan bahwa corak warna keju dipengaruhi oleh faktor eksternal selama proses produksi.
>>> TikTok Luncurkan Kampanye ForYouBeauty untuk Rayakan Keunikan Diri
Faktor yang Mempengaruhi Warna Keju
Komposisi susu sebagai bahan baku menjadi faktor utama penentu warna keju. Keju dari susu sapi umumnya memiliki warna kuning alami dari beta-karoten, pigmen yang berasal dari pakan rumput.
Kadar beta-karoten dalam susu bersifat dinamis, dipengaruhi oleh jenis pakan dan musim.
Sapi yang makan lebih banyak rumput segar menghasilkan susu dengan beta-karoten tinggi, sehingga kejunya berwarna kuning pekat.
Sebaliknya, susu dengan beta-karoten rendah menghasilkan keju lebih pucat. Selain faktor alami, produsen sering menambahkan pewarna makanan untuk menjaga konsistensi tampilan.
Pewarna alami yang umum digunakan adalah annatto, diekstrak dari biji tanaman Bixa orellana. Annatto sering dipakai pada keju cheddar untuk menghasilkan warna kuning hingga jingga yang seragam.
Cara Memilih Keju yang Tepat
Perbedaan warna tidak bisa dijadikan tolok ukur kualitas. Riset menunjukkan sebagian besar konsumen tidak menjadikan warna sebagai indikator kualitas keju.
>>> Ramalan Zodiak Cinta: Kunci Hubungan Harmonis Lewat Komunikasi Terbuka
Masyarakat disarankan memeriksa informasi nilai gizi pada kemasan. Komponen utama yang perlu diperhatikan meliputi protein, lemak jenuh, natrium, dan kalsium.
Protein berperan membangun dan memperbaiki jaringan tubuh serta memberikan efek kenyang lebih lama. Keju dengan protein tinggi bisa menjadi pilihan baik untuk memenuhi kebutuhan harian.
Kadar lemak jenuh juga penting dicermati. Konsumsi lemak jenuh berlebihan perlu dibatasi karena berisiko meningkatkan kolesterol jahat (LDL).
Jumlah natrium tidak boleh luput dari perhatian.
Beberapa produk memiliki kadar garam tinggi akibat metode pengolahan, yang dapat memicu tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebih.
>>> Bridestory Fair 2026 Hadir di JICC Senayan dengan Tema Petal Dreamscape
Kandungan kalsium menjadi nilai tambah bagi kesehatan. Mineral ini dibutuhkan untuk menjaga kekuatan tulang dan kesehatan gigi.
Update Terbaru
Los Angeles Lakers Bangun Ulang Skuad di Sekitar Luka Doncic dengan Beberapa Perekrutan
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
ICE Bebaskan Biarawati Nigeria yang Ditahan Saat Berjalan ke Gereja di Texas
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
Toronto Raptors Resmi Perpanjang Kontrak Alijah Martin Dua Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
St. Louis Blues Resmi Rekrut Ross Johnston Kontrak Tiga Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:29 WIB
15 Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui Pengguna
Kamis / 02-07-2026, 01:29 WIB
Kode Redeem FF Free Fire Terbaru Juli 2026, Klaim Skin dan Diamond Gratis
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Web Top Up Diamond Free Fire Termurah dan Aman, Ada Diskon?
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
7 Aplikasi AI Penghasil Uang 2026, Terbukti Bayar ke DANA dan Gopay
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Mint Mobile Tawarkan Paket Unlimited Rp15/Bulan, Incar Pelanggan T-Mobile
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Indonesia Nonaktifkan 4,8 Juta Akun Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Euforia Suporter Meksiko Rayakan Kemenangan Piala Dunia di LA dan Mexico City
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Indonesia Targetkan Netralitas Degradasi Lahan 12,3 Juta Hektare pada 2030
Kamis / 02-07-2026, 01:26 WIB
Panduan Mengoperasikan Jalur Logistik Ramah Lingkungan di China Sepanjang 2026
Kamis / 02-07-2026, 01:26 WIB
Melania Trump Raup Rp170 Miliar dari Film Dokumenter Amazon
Kamis / 02-07-2026, 01:25 WIB






