DPR: Penyesuaian Harga Pertamax Ikuti Mekanisme Pasar Global
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyebut penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dipengaruhi oleh dinamika sektor energi global dan perkembangan harga minyak dunia.
Pernyataan itu disampaikan Bambang di Jakarta pada Sabtu (13/6/2026).
>>> Ramalan Zodiak Akhir Pekan: Cancer, Leo, dan Virgo
Ia menjelaskan bahwa perubahan harga energi di pasar internasional berdampak langsung pada kebijakan harga BBM nonsubsidi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Meski demikian, penentuan harga keekonomian tetap dilakukan secara bertahap oleh pemerintah. Tujuannya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat.
"Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang penetapan harganya mengacu pada mekanisme pasar dan harga keekonomian.
Namun dalam penerapannya, pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional dan daya beli masyarakat sehingga penyesuaian dilakukan secara bertahap dan terukur," ujar Bambang.
Langkah penyesuaian secara terukur tersebut diambil agar daya beli masyarakat tidak langsung tertekan oleh gejolak pasar luar negeri.
Di sisi lain, harga BBM dengan spesifikasi serupa di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Thailand, Filipina, dan Singapura tercatat masih lebih tinggi daripada di Indonesia.
>>> Pergerakan Harga Emas Dunia Pekan Depan Dibayangi Volatilitas Tinggi
"Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap berupaya menjaga keseimbangan antara penerapan mekanisme pasar dan keterjangkauan harga energi.
Karena itu, meskipun terjadi penyesuaian, harga Pertamax di Indonesia masih relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan," terang Bambang.
Aspirasi dan keluhan masyarakat terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi tetap menjadi catatan bagi parlemen.
Sebagai bentuk perlindungan, pemerintah dipastikan tetap mempertahankan harga Pertalite, Solar subsidi, dan LPG 3 kilogram tidak berubah sampai akhir tahun 2026.
Situasi ini juga dipandang sebagai momentum untuk mempercepat transisi energi menuju efisiensi yang lebih baik.
Pengurangan konsumsi BBM nonsubsidi dapat didukung melalui penerapan pola kerja fleksibel seperti WFH atau WFA serta perluasan penggunaan kendaraan listrik.
>>> iFixit Bongkar Trump Mobile T1, Temukan Kemiripan dengan HTC U24 Pro
"Dengan demikian, ketergantungan terhadap BBM dapat berangsur berkurang dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan energi yang ekonomis," pungkas Bambang.
Update Terbaru
Portugal Bungkam Kroasia 2-1, Ronaldo dan Goncalo Ramos Bawa Selecao ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:17 WIB
Sarwendah Siap Bongkar Fakta Tersembunyi di Sidang, Ruben Onsu Bisa Kaget?
Jumat / 03-07-2026, 11:15 WIB
Purbaya Akui Kini Bisa Rumahkan Pegawai Bea Cukai yang Bermasalah
Jumat / 03-07-2026, 11:15 WIB
Thierry Henry Murka! VAR Portugal vs Kroasia Dinilai Rusak Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Roy Suryo Tersenyum Saat Dengar Dakwaan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 4 - 5 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Ramalan Zodiak 3 Juli: Capricorn Coba Hal Baru, Pisces Introspeksi Diri
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Gaya Sporty Georgina Rodriguez Dukung Portugal di Piala Dunia Bareng Keluarga
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Polda Aceh Beri Penghargaan 80 Personel Berprestasi di Hari Bhayangkara 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:07 WIB
Cara Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tahun 2026 Secara Online
Jumat / 03-07-2026, 11:07 WIB
Naruto Masuk PUBG Mobile, Pemain Bisa Gunakan Rasengan
Jumat / 03-07-2026, 11:00 WIB
Spanyol dan Portugal Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 10:56 WIB






