Pemerintah Akhirnya Naikkan Harga Pertamax Imbas Harga Minyak Dunia Melonjak
Pemerintah Indonesia resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak dunia yang terjadi sejak Maret 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan penegasan tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (12/6/2026).
>>> Telkomsel Rombak Susunan Komisaris dan Direksi dalam RUPST 2026
Ia menjelaskan bahwa Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang harganya harus mengikuti dinamika pasar global.
"Pertamax adalah BBM nonsubsidi. Artinya, harga Pertamax harus mengikut harga minyak dunia," kata Teddy Indra Wijaya.
Pemerintah mengklaim telah menahan kenaikan harga domestik selama beberapa bulan demi menjaga beban masyarakat. Namun, fluktuasi harga internasional yang tajam akhirnya memaksa penyesuaian.
"Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan," tutur Teddy Indra Wijaya.
Saat ini, harga Pertamax dipatok Rp16.250 per liter.
Sebagai perbandingan, harga BBM sejenis di Filipina mencapai Rp22.158, Myanmar Rp25.085, Thailand Rp28.910, Laos Rp31.945, dan Singapura Rp42.971 per liter.
>>> Lari dan Yoga: Kombinasi Efektif Atasi Insomnia Akibat Beban Kerja
Kebijakan ini tidak menyentuh sektor BBM bersubsidi. Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter dan solar bersubsidi sebesar Rp6.800 per liter.
Sebelum pengumuman resmi, PT Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga RON 92 dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter sejak Rabu (10/6/2026).
Perubahan harga juga berlaku untuk BBM nonsubsidi lainnya.
Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter, sementara Pertamax Turbo melonjak dari Rp12.750 menjadi Rp20.750 per liter.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan di SPBU Pertamina maupun SPBU badan usaha swasta lainnya.
Kebijakan korporasi ini selaras dengan perkembangan harga minyak dunia dan dinamika geopolitik global.
>>> Kebijakan Visa AS Berpotensi Gagalkan Ribuan Suporter Hadiri Piala Dunia
Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan energi nasional dengan tetap mengukur daya beli masyarakat.
Update Terbaru
Portugal Bungkam Kroasia 2-1, Ronaldo dan Goncalo Ramos Bawa Selecao ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:17 WIB
Sarwendah Siap Bongkar Fakta Tersembunyi di Sidang, Ruben Onsu Bisa Kaget?
Jumat / 03-07-2026, 11:15 WIB
Purbaya Akui Kini Bisa Rumahkan Pegawai Bea Cukai yang Bermasalah
Jumat / 03-07-2026, 11:15 WIB
Thierry Henry Murka! VAR Portugal vs Kroasia Dinilai Rusak Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Roy Suryo Tersenyum Saat Dengar Dakwaan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 4 - 5 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Ramalan Zodiak 3 Juli: Capricorn Coba Hal Baru, Pisces Introspeksi Diri
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Gaya Sporty Georgina Rodriguez Dukung Portugal di Piala Dunia Bareng Keluarga
Jumat / 03-07-2026, 11:14 WIB
Polda Aceh Beri Penghargaan 80 Personel Berprestasi di Hari Bhayangkara 2026
Jumat / 03-07-2026, 11:07 WIB
Cara Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tahun 2026 Secara Online
Jumat / 03-07-2026, 11:07 WIB
Naruto Masuk PUBG Mobile, Pemain Bisa Gunakan Rasengan
Jumat / 03-07-2026, 11:00 WIB
Spanyol dan Portugal Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 10:56 WIB






