Yamaha Imbau Pemilik Motor Periksa Buku Manual Sebelum Pilih Pertalite
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi membuat banyak pemilik sepeda motor mencari cara untuk menekan biaya harian.
Salah satu langkah yang umum diambil adalah beralih dari Pertamax ke Pertalite karena selisih harga yang cukup besar.
>>> TVRI Tayangkan Gratis Seluruh Laga Piala Dunia 2026 Lewat Siaran Digital
Di wilayah Pulau Jawa dan sekitarnya, harga Pertamax mencapai Rp 16.250 per liter, sementara Pertalite hanya Rp 10.000 per liter.
Perbedaan lebih dari Rp 6.000 per liter ini memicu pertanyaan mengenai keamanan penggunaan Pertalite untuk motor Yamaha.
Menanggapi hal tersebut, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, menegaskan bahwa setiap model motor memiliki standar jenis bahan bakar yang berbeda.
Penentuan ini bergantung pada spesifikasi teknis mesin masing-masing.
"Kan memang masing-masing unit ada yang disarankan, misalnya kompresinya berapa dan jenis bahan bakar yang cocok," ujar Rifki di Jakarta (12/6/2026).
Rifki menjelaskan bahwa produsen hanya menyediakan panduan yang disesuaikan dengan karakter mesin setiap tipe kendaraan. Keputusan akhir mengenai pengisian bahan bakar tetap berada di tangan pengguna.
"Tapi itu semua dikembalikan ke konsumen. Kami hanya bisa menyarankan.
>>> Bank Indonesia Catat Modal Asing Masuk Rp19 Triliun Pascakenaikan BI Rate
Masing-masing unit berbeda, ada yang cocok pakai A, B, atau C," kata dia.
Tidak semua motor Yamaha cocok menggunakan Pertalite. Sebagai contoh, Yamaha R25 sejak awal direkomendasikan menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi, yakni RON 92.
Penurunan nilai oktan demi menghemat pengeluaran memiliki risiko teknis jika tidak memperhatikan rasio kompresi mesin.
Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai berpotensi menyebabkan gejala knocking atau mesin ngelitik yang mengganggu performa.
Secara umum, Pertalite dengan RON 90 ditujukan untuk kendaraan berasio kompresi 9:1 hingga 10:1.
Untuk motor dengan rasio kompresi 10:1 sampai 11:1, Pertamax RON 92 menjadi pilihan lebih ideal.
Sementara itu, mesin dengan kompresi lebih tinggi pada rentang 11:1 hingga 12:1 sangat disarankan menggunakan Pertamax Turbo atau BBM sejenis dengan oktan lebih tinggi.
>>> KSP Dudung Abdurachman Minta Masyarakat Bijak Sampaikan Kritik
Oleh karena itu, pemilik motor Yamaha diharapkan memeriksa buku manual kendaraan sebelum memutuskan beralih bahan bakar. Ketidaksesuaian spesifikasi dapat memengaruhi performa jangka panjang serta kesehatan komponen mesin.
Update Terbaru
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 3 – 5 Juli 2026
Kamis / 02-07-2026, 04:00 WIB
AC di AS Disebut Memperparah Gelombang Panas di Eropa
Kamis / 02-07-2026, 03:40 WIB
Subnautica 2: Krafton Bayar Bonus Lebih Besar ke Seluruh Tim, CEO Tetap Hengkang
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Xbox Dikabarkan Uji Fitur Digitalisasi Koleksi Game Fisik
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Drama Spesial Live-Action Tezuka Osamu no Sensō Rilis Trailer, Tambah Pemeran, Tayang 12 Agustus
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, Satu Awak Hilang
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Inggris Kalahkan DR Congo, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Rangers Rekrut Bjorkstrand, Veleno, dan Korpisalo di Awal Bursa Bebas NHL
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Amazon Rilis Serial Prequel Legally Blonde 'Elle' di Prime Video
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Riley Gaines dan MyKayla Skinner Ajak Simone Biles Bergabung dalam Perjuangan Olahraga Wanita
Kamis / 02-07-2026, 03:31 WIB
Marcus Willis Kembali ke Wimbledon, 10 Tahun Usai Hadapi Federer
Kamis / 02-07-2026, 03:30 WIB
National Lottery Umumkan Nomor Pemenang Lotto dan Thunderball Terbaru
Kamis / 02-07-2026, 03:30 WIB
Daftar UMR 2026 Seluruh Provinsi dan Kota Besar di Indonesia
Kamis / 02-07-2026, 03:29 WIB
Google One 2026: Panduan Lengkap Fitur, Harga, dan Tips Memaksimalkannya
Kamis / 02-07-2026, 03:28 WIB






