PYFA Catat Rekor Penjualan Bersih Rp2,76 Triliun pada 2025
PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencatatkan rekor penjualan bersih sebesar Rp2,76 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini melonjak 43,7% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kontribusi penuh dari Probiotec Australia sepanjang tahun, setelah sebelumnya hanya terkonsolidasi selama tujuh bulan pada 2024.
>>> Link DANA Kaget 12 Juni 2026: Buru Saldo Gratis dengan Kuota Terbatas
EBITDA perusahaan juga tercatat positif mencapai Rp203,7 miliar.
Selain itu, penguatan di seluruh lini bisnis turut menopang kinerja perseroan. Sektor layanan Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO) menjadi motor utama pertumbuhan.
Perombakan Dewan Komisaris
Dalam rapat umum pemegang saham, disetujui perubahan susunan Dewan Komisaris setelah mundurnya Robby Yulianto dari jabatan Komisaris Utama.
Posisi tersebut kini diisi oleh dr. Widjanarko Brotosaputro.
Dua Komisaris Independen baru juga ditunjuk, yaitu Maura Linda Sitanggang dan Charles D. Marpaung.
>>> Sabar/Reza Kalahkan Wakil Chinese Taipei, Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
Direktur Utama PYFA Lee Yan Gwan mengapresiasi dedikasi Robby Yulianto yang dinilai berperan besar dalam fase pertumbuhan perusahaan.
"Setelah integrasi penuh dengan Probiotec Australia, kami telah menyelesaikan berbagai proyek investasi strategis, mulai dari Kemps Creek di Australia hingga Lini 3 di Cikarang.
Rekor penjualan dan EBITDA yang positif membuktikan bisnis inti kami tetap kuat, terutama pada layanan CDMO dan produk farmasi berlisensi tinggi," ujar Lee dalam siaran pers, Jumat (12/6/2026).
Ekspansi dan Kemitraan Strategis
Sepanjang 2025, perusahaan menyelesaikan konsolidasi fasilitas Probiotec di Kemps Creek, Australia. Peresmian Lini Produksi 3 milik Ethica di Cikarang juga telah dilakukan.
PYFA juga menjalin kemitraan strategis dengan korporasi farmasi di Asia Pasifik serta memperkenalkan umbrella brand PYFA.
>>> Rupiah Menguat Empat Hari Beruntun, Terpicu Kenaikan Suku Bunga BI
Manajemen optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Update Terbaru
AC di AS Disebut Memperparah Gelombang Panas di Eropa
Kamis / 02-07-2026, 03:40 WIB
Subnautica 2: Krafton Bayar Bonus Lebih Besar ke Seluruh Tim, CEO Tetap Hengkang
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Xbox Dikabarkan Uji Fitur Digitalisasi Koleksi Game Fisik
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Drama Spesial Live-Action Tezuka Osamu no Sensō Rilis Trailer, Tambah Pemeran, Tayang 12 Agustus
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, Satu Awak Hilang
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Inggris Kalahkan DR Congo, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Rangers Rekrut Bjorkstrand, Veleno, dan Korpisalo di Awal Bursa Bebas NHL
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Amazon Rilis Serial Prequel Legally Blonde 'Elle' di Prime Video
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Riley Gaines dan MyKayla Skinner Ajak Simone Biles Bergabung dalam Perjuangan Olahraga Wanita
Kamis / 02-07-2026, 03:31 WIB
Marcus Willis Kembali ke Wimbledon, 10 Tahun Usai Hadapi Federer
Kamis / 02-07-2026, 03:30 WIB
National Lottery Umumkan Nomor Pemenang Lotto dan Thunderball Terbaru
Kamis / 02-07-2026, 03:30 WIB
Daftar UMR 2026 Seluruh Provinsi dan Kota Besar di Indonesia
Kamis / 02-07-2026, 03:29 WIB
Google One 2026: Panduan Lengkap Fitur, Harga, dan Tips Memaksimalkannya
Kamis / 02-07-2026, 03:28 WIB
Layar Android Auto 11 Inci Ini Mungkin Berlebihan, tapi Harganya Fantastis
Kamis / 02-07-2026, 03:28 WIB






