Slank Tanggapi Kritik Netizen Soal Perubahan Sikap Politik
Grup band legendaris Slank akhirnya buka suara terkait kritik netizen di media sosial yang menilai mereka telah kembali ke 'setelan pabrik'.
Istilah itu muncul setelah Slank kembali vokal menyuarakan isu-isu sosial melalui karya terbaru.
>>> Mengenal Sejarah Istilah Java yang Menjadi Kata Lain Kopi di Eropa
Sebelumnya, Slank sempat dicap sebagai 'band plat merah' karena kedekatan dengan lingkaran pemerintah. Label itu melekat kuat saat Abdee Negara menjabat sebagai komisaris di sebuah perusahaan BUMN.
Tudingan tersebut mereda setelah Abdee mengundurkan diri dari jabatan komisaris. Slank pun kembali aktif menyuarakan kegelisahan masyarakat lewat lagu-lagu mereka.
Bimbim: Jiwa Kritis Tidak Pernah Berubah
Pentolan Slank, Bimbim, menegaskan bahwa jiwa kritis mereka sebenarnya tidak pernah berubah. Menurutnya, sudut pandang masyarakatlah yang bergeser tergantung situasi politik.
"Sebenarnya kita sih gini-gini aja, dari dulu sampai sekarang setelannya ya tetap Slank. Mungkin karena sekarang kita lagi 'di luar', jadi kelihatan vokal lagi," ungkap Bimbim.
Bimbim menyatakan Slank akan tetap konsisten bertindak seperti 'anjing penjaga' yang menggonggong melalui lirik lagu apabila melihat kondisi negara tidak beres.
>>> Persib Bandung Incar Enriko Papa dan Tomasso Cassandro untuk Musim Depan
Sikap kritis itu adalah DNA asli grup sejak era 80-an.
Kaka: Slank Itu Cermin Masyarakat
Vokalis Slank, Kaka, menambahkan bahwa seluruh inspirasi penciptaan lagu selalu bersumber dari realitas dan perasaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Karakter lagu yang kini terdengar lebih tajam merupakan refleksi keresahan publik.
"Slank itu kan cermin. Kalau masyarakat lagi ngerasa pahit, ya cerminnya bakal nampilin itu.
>>> Menteri ESDM Panggil PLN Bahas Pemadaman Listrik di Jawa
Kita mah asyik-asyik aja dibilang balik ke setelan pabrik, yang penting tetap berkarya buat Slankers," tutur Kaka.
Update Terbaru
Trossard Tunda Bahas Masa Depan di Arsenal, Besiktas dan Klub Arab Saudi Berminat
Rabu / 01-07-2026, 16:01 WIB
Anniversary ke-9 Free Fire: Festival di Jogja & Grand Finals FFNS Fall
Rabu / 01-07-2026, 16:01 WIB
Village People: Vokalis Victor Willis Meninggal di Usia 75 Tahun
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
Sekjen Kemendagri Minta 174 Pemda Sempurnakan Data Calon Penerima BSPS
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
Penampakan Stiker Dilarang Beli BBM Bagi Penunggak Pajak Kendaraan di NTT
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
Mendagri Tito Karnavian Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
DKI Jakarta Terbitkan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun, yang Pertama di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
Solo Leveling on Ice Umumkan Pemeran Baru Sung Jinwoo untuk Pertunjukan Agustus di Seoul
Rabu / 01-07-2026, 15:57 WIB
One Piece Live-Action Season 3 Selesai Syuting, Netflix Konfirmasi Rilis 2027
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB
Perbedaan iPhone Bekas, Inter, dan Bypass: Jangan Salah Pilih Sebelum Membeli
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB
Biwin Luncurkan SSD M560 PCIe 5.0 dengan Kecepatan Baca 11.000 MB/s
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB
Google Dikabarkan Kembangkan Aplikasi Signature untuk Tanda Tangan Digital
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB
TSM Hadirkan Karakter Viral "Nailoong" untuk Pertama Kali di Bandung
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB
Studi Ungkap Anak Muda Alami Penuaan Biologis Lebih Cepat
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB






