Dokter Ingatkan Perlemakan Hati Sering Serang Usia Produktif
Penyakit perlemakan hati atau fatty liver kerap disebut sebagai silent killer. Penumpukan lemak di sel-sel hati sering terjadi tanpa gejala yang dramatis di awal.
Banyak orang baru menyadari ada masalah pada liver saat medical check-up. Atau ketika kondisinya sudah berkembang menjadi peradangan serius.
>>> Javier Aguirre Tuntut Keseimbangan Emosi Pemain Meksiko
Dokter spesialis penyakit dalam Prof Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH mengatakan fatty liver umumnya tidak menimbulkan gejala di fase awal.
Gejala baru muncul ketika kondisi sudah masuk fase serius.
"Kalau sudah ada gangguan seperti nyeri atau sakit di hati, harus timbul pertanyaan, jangan-jangan kondisi sudah lebih berat," kata Prof Rino di Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan bahwa pada stage awal, fatty liver tidak menimbulkan gejala apa-apa. Rasa berat di perut pun biasanya menandakan kondisi sudah lebih berat.
Usia Produktif Paling Rentan
Prof Rino yang berpraktik di RSCM Jakarta mengatakan kondisi fatty liver di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Banyak usia muda produktif sudah mengalaminya.
"Data kami sih, usia muda ya, usia produktif ya. Usia 30 sampai 50-an tahun," kata Prof Rino.
>>> Dwayne Johnson Rilis Trailer Live-Action Moana dan Buka Tiket
Bahkan fatty liver bisa menyerang anak usia belasan tahun. Syaratnya, anak tersebut memiliki masalah obesitas sejak kecil.
"Jarang sekali sih di bawah 20 tahun. Tapi tergantung juga, kalau ada anak yang dari awalnya gede, udah gemuk, fatty liver biasanya," jelasnya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memiliki program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyediakan pemeriksaan khusus liver.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan pengecekan dilakukan melalui tes darah.
"Untuk melihat risiko apakah ada pengerasan hati atau gangguan hati. Jadi sebenarnya di CKG itu sudah cukup lengkap pemeriksaan dasar untuk skrining kita," kata dr Nadia.
>>> Timnas Korea Selatan Targetkan Capaian Lebih Jauh di Piala Dunia 2026
"Kita menyasar orang sehat, supaya dia tetap sehat. Supaya dia tahu lebih dini kalau misalnya ada gangguan atau kelainan pada hati tadi," tutupnya.
Update Terbaru
Redmi Luncurkan Headphone Over-Ear Pertama dengan ANC 42dB dan Baterai 72 Jam
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
6 Drakor Terbaru Juli 2026: Comeback Nam Joo Hyuk hingga Lee Dong Wook
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
Ekspresi Marah Suporter Cantik Viral, Ternyata Anak Legenda Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
Snapdragon Summit 2026 Digelar September, Ini Bocoran Chip Baru
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Meta dan Komdigi Bentuk Tim Khusus Berantas Spam Link Judi Online
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Potongan Aplikasi 8 Persen, Menhub Jamin Tarif Ojol Tak Berubah
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Ronald Koeman Mundur Usai Belanda Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Blue Dragon Series Awards 2026 Umumkan Daftar Nominasi, Drama dan Variety Show OTT Terbaik Siap Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 12:11 WIB
Ahn Bo Hyun Berburu Kriminal dengan Gaya Mewah Chaebol di Flex x Cop 2
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Creative Director Clair Obscur: Expedition 33 Puji Kingdom Hearts 2 sebagai Action RPG Terbaik
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Meksiko Lolos ke 16 Besar Piala Dunia Usai Kalahkan Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Meksiko dan Prancis Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Jerman dan Belanda Tersingkir, Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 Berubah
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Hideo Kojima Kini Hadir sebagai Figur Nendoroid, Tatapan Tajamnya Bikin Merinding
Rabu / 01-07-2026, 12:05 WIB






