Roberto Martinez Optimistis Hadapi Piala Dunia 2026 Bersama Portugal
Tim nasional Portugal menunjukkan optimisme tinggi menjelang Piala Dunia 2026.
Perjalanan panjang bersama pelatih Roberto Martinez selama lebih dari tiga tahun dinilai telah membentuk mentalitas dan kesiapan tim.
>>> PSIM Yogyakarta Resmi Lepas Ikhsan Chan, Manajemen Ucapkan Terima Kasih
Portugal tetap mengusung target besar di Piala Dunia edisi kali ini. Selecao das Quinas berambisi menembus babak final dan membawa pulang trofi juara untuk pertama kalinya.
Catatan terbaik Portugal di Piala Dunia adalah tempat ketiga pada tahun 1966. Untuk memutus penantian panjang tersebut, Martinez mengandalkan kombinasi pemain senior dan talenta muda.
Kombinasi Pemain Senior dan Muda
Cristiano Ronaldo yang telah tampil di lima edisi Piala Dunia kembali memimpin skuad.
Di sektor pertahanan, nama-nama matang seperti Ruben Dias, Nelson Semedo, dan Joao Cancelo berkolaborasi dengan pemain muda seperti Nuno Mendes, Goncalo Ignacio, serta Renato Veiga.
Lini tengah Portugal diisi oleh kreator serangan Bruno Fernandes dan Bernardo Silva yang didukung tenaga muda Joao Neves dan Vitinha.
Sementara di lini depan, Ronaldo didampingi oleh Goncalo Ramos, Rafael Leao, Joao Felix, Goncalo Guedes, hingga Francisco Conceicao.
Kebersamaan yang terjalin selama tiga tahun terakhir menjadi modal penting bagi keharmonisan skuad. Tim ini telah melewati berbagai ujian berat yang memperkuat ikatan antarpemain.
>>> Kosta Rika Waspadai Lini Pertahanan Jelang Hadapi Timnas Inggris
Roberto Martinez menjelaskan bahwa generasi pemain Portugal saat ini sangat luar biasa.
Skuad ini telah melalui berbagai dinamika kompetisi, mulai dari kualifikasi Piala Eropa hingga fase gugur turnamen besar.
"Ini adalah generasi yang luar biasa.
Kami sekarang sudah bekerja bersama selama tiga tahun, melalui kualifikasi Piala Eropa, tersingkir lewat adu penalti lawan Prancis di Euro, lalu beranjak ke Nations League paling menguras fisik dengan 10 pertandingan," ungkap Martinez kepada The Athletic.
Pelatih asal Spanyol tersebut juga menyoroti pengalaman bertanding melawan tim-tim besar Eropa. Pengalaman itu dinilai memberikan dampak positif bagi perkembangan taktis anak asuhnya.
"Menjejak perempatfinal, bermain di Jerman melawan Jerman, sesuatu yang tak kami alami selama bertahun-tahun.
Bisa mengalahkan mereka dan bangkit dua kali melawan Spanyol, dan pertama kalinya kami mengalahkan Spanyol di sebuah final sebagai Portugal, ada banyak aspek yang sudah menjadi bagian dari perjalanan ini," kata Martinez.
>>> Cristiano Ronaldo Berpotensi Cetak Rekor Gol di Enam Piala Dunia
"Ini proses yang sangat menarik," ujar Martinez.
Update Terbaru
Sinopsis Drama Jepang Human Vapor, Perburuan Kriminal yang Bisa Berubah Jadi Uap
Jumat / 03-07-2026, 16:11 WIB
Jurnalis Ungkap Sentralisasi Kekuasaan di Masa Kedua Trump
Jumat / 03-07-2026, 16:11 WIB
Algeria Hadapi Swiss di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 16:06 WIB
Kebakaran Hutan di Colorado Paksa Pembatalan Kembang Api 4 Juli
Jumat / 03-07-2026, 16:06 WIB
Dodgers Hadapi Padres dalam Empat Pertandingan di Dodger Stadium
Jumat / 03-07-2026, 16:01 WIB
Saham Meta Melonjak Hampir 9% Usai Rencana Masuk Pasar Cloud Computing
Jumat / 03-07-2026, 16:01 WIB
Investigasi Ungkap Kesenjangan Rasial dalam Penanganan Nyeri Persalinan
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Berlangsung, 30 Persen Area Terkendali
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Wanita Tunagrahita di Jombang Tewas Dianiaya Kakak karena Bumbu Pecel
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Tapir Nyasar di Mesuji Lampung Disembelih Warga, 4 Orang Ditangkap
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Komandan IRGC Iran Muncul Pertama Kali Jelang Pemakaman Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Kanada Mulai Salurkan Bantuan Belanja Bulanan yang Ditingkatkan
Jumat / 03-07-2026, 15:57 WIB
OJK Dorong Literasi Pasar Modal Syariah di Kalangan Generasi Muda
Jumat / 03-07-2026, 15:56 WIB
NHM Peduli Hibahkan Alat USG Jantung Anak ke RSUD Tobelo
Jumat / 03-07-2026, 15:56 WIB






