BYD Targetkan Jadi Produsen Mobil Terbesar Dunia pada 2030
Produsen otomotif asal China, BYD, menetapkan target ambisius untuk menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan.
Target tersebut disampaikan Chairman dan President BYD, Wang Chuanfu, dalam rapat umum pemegang saham tahunan perusahaan pada 9 Juni 2026.
>>> Porsche 911 GT3 RS Facelift Makin Ekstrem, Mirip Mobil Balap
Pertumbuhan positif di pasar internasional didorong oleh harga kompetitif, kecanggihan teknologi, dan peningkatan pengalaman pengguna.
BYD sebelumnya menargetkan penjualan luar negeri sebanyak 1,6 juta unit pada 2026, namun manajemen optimistis angka tersebut bisa terlampaui.
Strategi Lokalisasi dan Teknologi Otonom
Strategi jangka panjang BYD akan berfokus pada pendekatan lokalisasi di berbagai negara untuk menciptakan pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan.
Perusahaan juga mempersiapkan ekosistem pendukung kendaraan otonom secara menyeluruh, mulai dari cip, algoritma, hingga sistem pengolahan data.
BYD mengklaim telah mengoperasikan sekitar 3,15 juta kendaraan dengan teknologi intelligent driving dan mengumpulkan data perjalanan hingga 200 juta kilometer per hari.
Berdasarkan data tersebut, teknologi autonomous driving Level 3 (L3) dan Level 4 (L4) diperkirakan masuk ke pasar lebih cepat.
>>> Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta Disorot, Pengamat Ingatkan Daya Beli Masyarakat
"Begitu regulasi tersedia, BYD akan melesat dengan cepat," kata Wang Chuanfu.
Perusahaan telah mendirikan pusat pelatihan di Eropa, Amerika Selatan, Asia Tenggara, dan Timur Tengah untuk mendukung implementasi teknologi tersebut.
Teknologi baru ini juga diarahkan menjadi fondasi utama bagi BYD untuk memperkuat posisinya di segmen kendaraan premium di Australia, Eropa, dan Amerika Selatan.
"Mobil adalah alat transportasi yang berkaitan dengan keselamatan jiwa, sehingga kita harus kembali pada esensi teknologi," ujar Wang Chuanfu.
Pengembangan gelombang teknologi baru dijadwalkan meluncur pada tahun depan demi meningkatkan nilai merek dan profitabilitas kendaraan.
>>> Mantan Eksekutif Honda Minta CEO Mundur, Mibe Bertahan
BYD akan mengandalkan inovasi seperti Blade Battery generasi kedua dan teknologi pengisian daya ultra-cepat untuk mengamankan posisi puncak industri otomotif global pada 2030.
Update Terbaru
Ada Berapa Role di MLBB? Ini Penjelasan Lengkap dan Tugasnya
Rabu / 01-07-2026, 12:20 WIB
iQOO Pad 5c Resmi Meluncur dengan Snapdragon 8s Gen 3 dan Baterai 10.000 mAh
Rabu / 01-07-2026, 12:20 WIB
Redmi Luncurkan Headphone Over-Ear Pertama dengan ANC 42dB dan Baterai 72 Jam
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
6 Drakor Terbaru Juli 2026: Comeback Nam Joo Hyuk hingga Lee Dong Wook
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
Ekspresi Marah Suporter Cantik Viral, Ternyata Anak Legenda Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
Snapdragon Summit 2026 Digelar September, Ini Bocoran Chip Baru
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Meta dan Komdigi Bentuk Tim Khusus Berantas Spam Link Judi Online
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Potongan Aplikasi 8 Persen, Menhub Jamin Tarif Ojol Tak Berubah
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Ronald Koeman Mundur Usai Belanda Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Blue Dragon Series Awards 2026 Umumkan Daftar Nominasi, Drama dan Variety Show OTT Terbaik Siap Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 12:11 WIB
Ahn Bo Hyun Berburu Kriminal dengan Gaya Mewah Chaebol di Flex x Cop 2
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Creative Director Clair Obscur: Expedition 33 Puji Kingdom Hearts 2 sebagai Action RPG Terbaik
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Meksiko Lolos ke 16 Besar Piala Dunia Usai Kalahkan Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Meksiko dan Prancis Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB






