Kekerasan Bayangi Kota Penyelenggara Piala Dunia 2026 di AS
Antusiasme menyambut Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat kini dibayangi kecemasan. Dua insiden kekerasan terjadi di kota penyelenggara turnamen sepak bola tersebut.
Aksi penusukan di New York dan penembakan di Kansas City menyebabkan sedikitnya 15 orang luka-luka. Peristiwa ini terjadi dalam rentang waktu kurang dari 48 jam sebelum turnamen dimulai.
>>> Veda Ega Pratama Bidik Podium pada Moto3 Prancis
Penusukan di New York
Enam orang terluka akibat penusukan di kawasan Penn Station pada Minggu (7/6/2026) waktu setempat. Penn Station merupakan salah satu pusat transportasi tersibuk di AS.
Dinas Pemadam Kebakaran New York mengonfirmasi seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit, termasuk satu orang luka serius.
Pelaku penusukan telah diamankan.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyebut pelaku diduga seorang tunawisma yang mengalami gangguan emosional. Ia menyampaikan dukacita dan doa untuk para korban.
New York saat ini menjadi pusat perhatian dunia olahraga.
Madison Square Garden akan menggelar Final NBA, sementara MetLife Stadium di New Jersey menjadi salah satu venue Piala Dunia 2026.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan hadir menonton Final NBA. Pengamanan di berbagai titik strategis langsung ditingkatkan setelah insiden Penn Station.
>>> Darwin Nunez Buka Peluang Kembali ke Liverpool Setelah Dicoret Al Hilal
Penembakan di Kansas City
Sembilan orang luka-luka akibat penembakan massal di Kansas City, Missouri, pada Sabtu (6/6/2026) malam.
Polisi menyatakan tidak ada korban luka mengancam jiwa, namun tiga orang dirawat intensif.
Lokasi penembakan hanya berjarak sekitar 6,5 kilometer dari Swope Soccer Village, tempat yang akan digunakan Timnas Inggris sebagai pusat latihan.
Skuad The Three Lions belum tiba di Kansas City.
Polisi masih memburu pelaku penembakan. Belum ada tersangka yang ditangkap.
Pengamanan Diperketat
Piala Dunia 2026 menjadi edisi terbesar dengan 48 negara peserta dan 104 pertandingan. AS menjadi tuan rumah utama dengan 78 pertandingan di 11 kota.
Pemerintah federal, kepolisian negara bagian, aparat lokal, dan perusahaan keamanan swasta bersinergi membangun pengamanan berlapis. Teknologi canggih seperti drone dan anjing robot dikerahkan.
>>> Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia, Andrew Giuliani, menegaskan belum ada ancaman kredibel yang menargetkan turnamen. Sepanjang 2025, lebih dari 400 kasus penembakan massal tercatat di AS.
Update Terbaru
Hyundai Ioniq 3 Siap Hadir di GIIAS 2026, Panaskan Segmen EV Ringkas
Jumat / 03-07-2026, 13:01 WIB
Tiffany Ungkap Respons Tak Terduga Byun Yo Han soal HyoRiSoo
Jumat / 03-07-2026, 12:50 WIB
Manga Defying Kurosaki-kun Diadaptasi Menjadi Serial Live-Action Baru
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Mariners Sapu Bersih Angels Berkat Dominasi Bryce Miller
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Badai Petir dan Gelombang Panas Ancam Perayaan 4 Juli di Chicago
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Olivia Wilde Sutradarai Edward Norton dalam Film Komedi The Invite
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
AS Perketat Larangan Kembang Api saat Risiko Kebakaran Hutan Ancaman Hari Kemerdekaan
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Tingkat Vaksinasi Campak Texas Naik Tipis, Masih di Bawah Target Imunitas
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Australia Siapkan Penyesuaian Taktik Hadapi Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
Jesy Nelson Kampanyekan Skrining Bayi Baru Lahir Usai Diagnosis Kembarannya
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
LPEI Buka Akses UKM ke Kanada, Raih Kontrak Ekspor Rp3,4 Miliar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS Guru 2027 untuk Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU ke Polda NTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
KPK Tangkap Bupati Langkat, 1 ASN, dan 5 Swasta dalam OTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB






