HKI: Pelemahan Rupiah Belum Kurangi Daya Tarik Investasi Indonesia
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak menyurutkan daya tarik investasi di Indonesia.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menyebut Indonesia memiliki sejumlah keunggulan strategis yang membuatnya tetap kompetitif di tengah ketidakpastian global.
>>> Said Iqbal Janji Perjuangkan Upah Buruh Usai Masuk Pemerintahan
Faktor penopang tersebut meliputi pasar domestik yang besar, bonus demografi, ketersediaan sumber daya alam, serta program hilirisasi industri yang gencar dilakukan.
Selain itu, jaringan kawasan industri yang terus berkembang turut memperkuat aktivitas manufaktur dan logistik nasional.
Menurut Ma'ruf, tekanan ekonomi global justru menjadi peluang bagi Indonesia seiring langkah banyak korporasi multinasional yang menata ulang rantai pasok global.
Fokus utama saat ini adalah mempercepat realisasi investasi baru, bukan terjebak dalam kecemasan gejolak pasar keuangan.
Langkah krusial yang dibutuhkan mencakup debirokrasi regulasi, percepatan izin, penyelarasan kebijakan pusat-daerah, kepastian tata ruang, jaminan pasokan energi, serta peningkatan kualitas infrastruktur.
"Investor pada dasarnya mencari tiga hal: kepastian, kecepatan, dan kemudahan.
Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik," kata Ma'ruf dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
HKI mengapresiasi respons cepat pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang dinilai berhasil menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dan meningkatkan daya tarik aset domestik.
>>> BRI Insurance dan PP PORDASI Luncurkan Asuransi Kecelakaan Diri untuk Atlet Berkuda
Kolaborasi intensif tersebut memberikan pesan positif kepada pelaku usaha bahwa pemangku kebijakan adaptif dalam mengawal iklim investasi.
Ma'ruf menegaskan bahwa dinamika global saat ini menjadi celah bagi Indonesia untuk mengukuhkan posisi sebagai destinasi investasi primer di kawasan.
Update Terbaru
Los Angeles Lakers Bangun Ulang Skuad di Sekitar Luka Doncic dengan Beberapa Perekrutan
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
ICE Bebaskan Biarawati Nigeria yang Ditahan Saat Berjalan ke Gereja di Texas
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
Toronto Raptors Resmi Perpanjang Kontrak Alijah Martin Dua Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
St. Louis Blues Resmi Rekrut Ross Johnston Kontrak Tiga Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:29 WIB
15 Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui Pengguna
Kamis / 02-07-2026, 01:29 WIB
Kode Redeem FF Free Fire Terbaru Juli 2026, Klaim Skin dan Diamond Gratis
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Web Top Up Diamond Free Fire Termurah dan Aman, Ada Diskon?
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
7 Aplikasi AI Penghasil Uang 2026, Terbukti Bayar ke DANA dan Gopay
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Mint Mobile Tawarkan Paket Unlimited Rp15/Bulan, Incar Pelanggan T-Mobile
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Indonesia Nonaktifkan 4,8 Juta Akun Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Euforia Suporter Meksiko Rayakan Kemenangan Piala Dunia di LA dan Mexico City
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Indonesia Targetkan Netralitas Degradasi Lahan 12,3 Juta Hektare pada 2030
Kamis / 02-07-2026, 01:26 WIB
Panduan Mengoperasikan Jalur Logistik Ramah Lingkungan di China Sepanjang 2026
Kamis / 02-07-2026, 01:26 WIB
Melania Trump Raup Rp170 Miliar dari Film Dokumenter Amazon
Kamis / 02-07-2026, 01:25 WIB






