Pelemahan Rupiah Soroti Pentingnya Sinkronisasi Kebijakan Fiskal dan Moneter

Pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini dinilai menunjukkan pentingnya sinkronisasi antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).
Ketidaksejalanan arah kebijakan keduanya berpotensi mengurangi efektivitas upaya menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar.
>>> Disdik Jabar Klarifikasi Penyesuaian Skor Prestasi SPMB Sekolah Maung
Ekonom Gede Sandra menilai kinerja fiskal pemerintah sebenarnya menunjukkan perbaikan hingga April 2026.
Namun, menurutnya, dampak positif tersebut berisiko teredam apabila kebijakan moneter tidak bergerak searah dalam menjaga persepsi investor.
Gede mengatakan penerimaan negara hingga April 2026 telah mencapai Rp918 triliun, sementara belanja negara berada di level Rp1.024 triliun.
Defisit anggaran juga masih terjaga di kisaran 0,64% dari produk domestik bruto (PDB), disertai kembalinya keseimbangan primer ke zona surplus.
Selain itu, neraca perdagangan Indonesia juga masih mencatatkan surplus yang menunjukkan ketahanan sektor eksternal.
"Kinerja fiskal sebenarnya cukup baik.
Namun, ketika kebijakan moneter bergerak ke arah yang berbeda, persepsi pasar bisa menjadi tidak optimal," ujarnya dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Menurut Gede, kenaikan suku bunga acuan yang bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi dapat memunculkan konsekuensi berupa kenaikan imbal hasil surat utang negara.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran investor terhadap risiko pembiayaan dan keberlanjutan utang.
Dia menilai koordinasi yang erat antara otoritas fiskal dan moneter menjadi faktor penting untuk menjaga keyakinan pasar, terutama di tengah ketidakpastian global dan tingginya volatilitas arus modal.
"Kebijakan fiskal dan moneter seharusnya saling mendukung untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat kepercayaan investor," katanya.
Update Terbaru
3 Ikan Paling Buruk untuk Dimakan, Ada yang Digemari Warga RI
Kamis / 02-07-2026, 08:29 WIB
Ruben Onsu Resmi Gugat Hak Asuh Anak, Sidang Perdana 15 Juli
Kamis / 02-07-2026, 08:29 WIB
7 Sepatu Ortuseight All Black, Hitam Stylish dan Empuk untuk Jalan Santai hingga Lari
Kamis / 02-07-2026, 08:28 WIB
7 Lip Balm untuk Memerahkan Bibir Hitam, Bikin Bibir Tampak Cerah Merona
Kamis / 02-07-2026, 08:28 WIB
Jadwal Puasa Sunah Juli 2026: Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh, Lengkap Niat
Kamis / 02-07-2026, 08:28 WIB
Pemerintah Target Jalan Tol Beroperasi 2.383 Km pada 2027, Japek II Selatan Prioritas
Kamis / 02-07-2026, 08:28 WIB
Penghapusan Pajak JHT Masuk Kajian, Keputusan di Tangan Menkeu Purbaya
Kamis / 02-07-2026, 08:28 WIB
Said Didu Tanggapi Sorotan Bloomberg soal Vonis Nadiem: Jangan Samakan dengan Tom Lembong
Kamis / 02-07-2026, 08:25 WIB
Warga Protes Lokasi Koperasi Desa Merah Putih di Pati, Pemdes Buka Alasan
Kamis / 02-07-2026, 08:25 WIB
Citizen Luncurkan Jam Tangan Spider-Man dengan Dial Komik yang Bercahaya di Gelap
Kamis / 02-07-2026, 08:25 WIB
Ramalan Zodiak 2 Juli: Capricorn Terima Kritikan, Pisces Lebih Bijaksana
Kamis / 02-07-2026, 08:21 WIB
Aksi Spontan Putri Thailand saat Dampingi Raja Rama X di Paris Jadi Sorotan
Kamis / 02-07-2026, 08:21 WIB
Indodax Soroti Peran AI di Tengah Maraknya Peretasan Aset Kripto
Kamis / 02-07-2026, 08:21 WIB
Utah Mammoth Rekrut Anders Lee dengan Kontrak Tiga Tahun
Kamis / 02-07-2026, 08:01 WIB






