PBNU Apresiasi Workshop Pengasuh Pesantren Se-Indonesia di Cirebon
Ini menunjukkan pentingnya kemampuan merespons perubahan," ujar Kiai Imam Jazuli.
Program workshop ini ditargetkan mampu menjangkau 5.000 pengasuh pesantren di seluruh Indonesia secara bertahap.
>>> Kementerian Haji Arab Saudi Minta Maaf Atas Keterlambatan Bagasi Jemaah Indonesia
Setelah Jawa Barat, kegiatan akan diperluas ke berbagai provinsi di luar Pulau Jawa dengan fokus pengelolaan pesantren di tengah perubahan sosial, teknologi, dan pendidikan.
Ketua panitia, Ubaydillah Anwar, menjelaskan bahwa program yang berlangsung dari Mei hingga Desember 2026 ini diikuti oleh pengasuh pesantren yang memiliki 100 hingga 1.000 santri dari delapan kabupaten dan kota di Jawa Barat.
"Tentu berdasarkan lika-liku pengalaman Bina Insan Mulia dan dengan semangat untuk berbagi," kata Ubaydillah Anwar.
Dukungan penuh juga datang dari internal struktur Nahdlatul Ulama. Ketua PWNU Jawa Barat, Juhadi Muhammad, menilai langkah ini sebagai wujud semangat untuk meraih keberhasilan bersama antarpesantren.
"Beliau ingin kita berhasil bersama-sama," ujar Juhadi Muhammad.
Wakil Ketua Umum PBNU, Mashuri Malik, turut memberikan pandangan serupa mengenai pentingnya pelaksanaan lokakarya tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah konkret agar pesantren mampu bertahan di era modern.
"Apa yang dilakukan oleh Kiai Imam Jazuli dengan lokakarya ini adalah langkah konkret untuk menjaga pesantren agar tidak kalah oleh perubahan zaman," kata Mashuri Malik.
Para peserta yang mengikuti materi dari pagi hingga larut malam menyatakan mendapatkan solusi praktis.
Pengasuh Ponpes Cinta Rasul, KH Abdul Basith Mahfuf, menyebut materi workshop sangat relevan dengan kendala harian mereka.
"Apa yang disampaikan oleh Kiai Imam Jazuli adalah problem nyata yang kami hadapi sehari-hari dan solusi yang langsung bisa diterapkan di pesantren," ujar KH Abdul Basith Mahfuf.
Wawasan baru mengenai akses program beasiswa juga didapatkan oleh peserta lain.
KH Rifa Hazim dari Pesantren KHZ Musthafa Sukamanah Tasikmalaya memandang acara ini sebagai pembuktian bahwa pesantren harus bersiap menghadapi tantangan masa depan.
>>> 7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Mengabaikan Ketukan Pintu
"Workshop ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak cukup hanya menjaga tradisi, tetapi juga harus mampu beradaptasi dan menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan," kata KH Rifa Hazim.
Update Terbaru
Matt Smith Tak Percaya Keanu Reeves Nonton Film Gagalnya, Morbius
Jumat / 03-07-2026, 04:29 WIB
Manajer Komunitas Destiny 2 Kritik Pemimpin yang Buat Keputusan Buruk Bertahun-tahun
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mike Rowe Gugat Discovery atas Biaya Narasi Deadliest Catch
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Penampakan Hiu Paksa Penutupan Bergilir di Pantai Long Island dan Queens
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Square Enix Manga & Books Umumkan 8 Manga dan 2 Buku Final Fantasy
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Los Angeles Alami Suhu Lebih Dingin di Tengah Gelombang Panas Nasional
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Zendaya Puji Dedikasi Tom Holland di Film Spider-Man: Brand New Day
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Kebakaran Besar Melanda Bekas Pembangkit Listrik Aberthaw di Wales
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
BBC Hentikan Serial Winterwatch Setelah 14 Tahun, Ganti dengan Naturewatch
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Resiliensi dan Fokus Baja: AS Kalahkan Bosnia di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Piala Dunia 2026: Taruhan USMNT Cetak Rekor Baru
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Invasi Suporter Argentina di Miami: Tiket Mahal dan Keamanan Diperketat
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB






