BGN Ubah Strategi Program Makan Bergizi Gratis, Fokus ke Wilayah 3T
Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah strategi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perubahan ini diumumkan pada Minggu, 7 Juni 2026.
Kebijakan baru ini memaksimalkan fasilitas yang sudah ada, seperti kantin sekolah dan dapur umum. Langkah ini diprioritaskan untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) guna meningkatkan efisiensi program.
>>> TenZ Kepincut Game Wuthering Waves Hingga Rela Top Up Ribuan Dolar
Kepala BGN Nanik S. Deyang menjelaskan bahwa pihaknya akan menyelesaikan penataan puluhan ribu dapur yang sudah terdaftar terlebih dahulu.
Saat ini tercatat lebih dari 27.000 dapur MBG yang terdaftar dalam berbagai tahapan persiapan maupun operasional.
"Jadi, sekarang ini kan banyak sekali yang mendaftar dan posisinya ada persiapan dan sebagainya. Saat ini sudah ada sekitar 27.000 lebih dapur yang sudah operasional.
Kami akan beresin dulu ini," kata Nanik S. Deyang.
Pembangunan fasilitas baru nantinya tidak akan dipaksakan di seluruh wilayah. Penyesuaian akan dilakukan berdasarkan kebutuhan penerima manfaat di setiap kecamatan.
BGN mendeteksi adanya penumpukan fasilitas di kawasan perkotaan atau aglomerasi. Sementara itu, wilayah 3T belum terjangkau secara optimal.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan perluasan fokus ke daerah terpencil tersebut. "Jujur, sekarang yang menumpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh.
>>> TNI AU Kirim Tujuh Tower Darurat untuk Pulihkan Kelistrikan Sumut
Jadi, Pak Presiden pesannya kami harus ke 3T dulu," ujar Nanik S. Deyang.
Demi menjaga efisiensi anggaran tanpa membebani APBN, BGN membuka peluang pendanaan dari eksternal.
Sumber pembiayaan dapat berasal dari program CSR BUMN, hibah luar negeri, hingga dukungan yayasan dan perusahaan di daerah terpencil.
Skema kemitraan ini dinilai efektif karena banyak wilayah 3T hanya memiliki sedikit penerima manfaat. Pembangunan gedung baru dianggap tidak efisien di lokasi tersebut.
"Jadi yang sudah ada existing, entah dapurnya siapa, mungkin ada dapur umum atau apa, intinya tidak harus membangun dapur baru," kata Nanik S.
Deyang.
>>> Inggris Kalahkan Selandia Baru 1-0 dalam Uji Coba Piala Dunia
Pemberdayaan kantin sekolah dan fasilitas dapur yang sudah tersedia menjadi opsi utama pemerintah. Langkah ini diharapkan mengawal keberlanjutan program di wilayah-wilayah terpencil.
Update Terbaru
Remow's 'It's Anime' Tayangkan My Stepmother and Stepsisters Aren't Wicked di YouTube
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Krejcikova Singkirkan Andreeva di Wimbledon, Djokovic Hadapi Tsitsipas
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Bruins Rekrut Clifton dan Harris untuk Perkuat Lini Pertahanan
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Jett Harrison, Adik Marvin Harrison Jr., Resmi Bergabung dengan Ohio State
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Penonton Berkat Suporter AS
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Hakim Persingkat Waktu Tanggapan Trump dalam Kasus Carroll
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
AS Tangkap Mantan Pejabat Kuba Carlos Antonio Lloga Dominguez
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Boston Bruins Perkuat Lini Pertahanan dengan Clifton dan Harris
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Panduan Konversi BBM ke Gas untuk Kendaraan: Hemat 50-70% Biaya Bahan Bakar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
BPS: Inflasi April 2026 Melandai ke 0,13%, Neraca Dagang Surplus USD 3,53 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Pemimpin Partai dan Pemerintah Dunia Ucapkan Selamat ke PKT ke-105
Kamis / 02-07-2026, 02:25 WIB
Frankie Muniz Umumkan Berpisah dari Istri Setelah 10 Tahun
Kamis / 02-07-2026, 02:25 WIB
Pesanan Makanan Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce Tiba di Madison Square Garden
Kamis / 02-07-2026, 02:22 WIB
Mitch McConnell Ditemukan Tak Sadarkan Diri, Dilarikan ke Rumah Sakit
Kamis / 02-07-2026, 02:21 WIB






