Kebijakan Pemerintah dan Rupiah Lebih Tekan IHSG daripada Efek MSCI
Sentimen dalam negeri, terutama arah kebijakan pemerintah dan pelemahan nilai tukar rupiah, dinilai memberikan dampak lebih signifikan terhadap pasar modal Indonesia dibandingkan aksi penyedia indeks global MSCI Inc.
Kondisi pasar yang menembus batas psikologis memicu aksi jual massal, sehingga fundamental emiten tidak lagi berpengaruh besar.
>>> Lionel Scaloni Lakukan Rotasi Besar-besaran saat Argentina Hadapi Honduras
Kebijakan ekspor pertambangan menjadi contoh regulasi yang menekan kinerja emiten sepanjang tahun berjalan, meskipun tidak terdampak rebalancing MSCI.
Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati mengatakan sentimen yang memegang peranan paling penting bukan hanya MSCI, melainkan rupiah dan arah kebijakan pemerintah.
Menurutnya, MSCI berada di urutan ketiga, sementara kebijakan pemerintah menjadi nomor satu karena mengandung risiko politik.
Faktor makroekonomi lain yang membayangi pasar adalah pelemahan rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per dolar AS.
Hal ini turut berimbas pada penurunan harga saham sektor lain di luar indeks MSCI.
Ike menambahkan bahwa MSCI memang mempengaruhi, tetapi pemberat utama adalah arah kebijakan dan nilai tukar rupiah.
Rupiah sebagai induk ekonomi menyebabkan sektor farmasi yang tidak masuk indeks MSCI pun ikut tertekan saat rupiah melemah.
>>> IASC Terima 579 Ribu Laporan Kasus Penipuan Keuangan
Penurunan indeks saham dalam sepekan terakhir menekan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kapitalisasi pasar tercatat merosot 8,59 persen menjadi Rp9.807 triliun dari Rp10.729 triliun pada pekan sebelumnya.
Sejak awal tahun, penurunan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp6.207 triliun atau 38,8 persen.
Data statistik BEI per 2 Januari 2026 menunjukkan kapitalisasi pasar awal Rp16.014 triliun dengan IHSG di level 8.748,13.
Di tengah pelemahan indeks, aktivitas perdagangan justru meningkat.
Rata-rata frekuensi transaksi harian melonjak 14,11 persen menjadi 2,41 juta kali transaksi, dan volume transaksi harian naik 8,66 persen menjadi 33,63 miliar saham.
>>> Endrick Ungkap Peran Bellingham dan Trent Jelang Piala Dunia 2026
Namun, rata-rata nilai transaksi harian menyusut 5,71 persen menjadi Rp26,97 triliun dari Rp28,38 triliun pada pekan sebelumnya.
Update Terbaru
Matt Smith Tak Percaya Keanu Reeves Nonton Film Gagalnya, Morbius
Jumat / 03-07-2026, 04:29 WIB
Manajer Komunitas Destiny 2 Kritik Pemimpin yang Buat Keputusan Buruk Bertahun-tahun
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mike Rowe Gugat Discovery atas Biaya Narasi Deadliest Catch
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Penampakan Hiu Paksa Penutupan Bergilir di Pantai Long Island dan Queens
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Square Enix Manga & Books Umumkan 8 Manga dan 2 Buku Final Fantasy
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Los Angeles Alami Suhu Lebih Dingin di Tengah Gelombang Panas Nasional
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Zendaya Puji Dedikasi Tom Holland di Film Spider-Man: Brand New Day
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Kebakaran Besar Melanda Bekas Pembangkit Listrik Aberthaw di Wales
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
BBC Hentikan Serial Winterwatch Setelah 14 Tahun, Ganti dengan Naturewatch
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Resiliensi dan Fokus Baja: AS Kalahkan Bosnia di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Piala Dunia 2026: Taruhan USMNT Cetak Rekor Baru
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Invasi Suporter Argentina di Miami: Tiket Mahal dan Keamanan Diperketat
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB






