Penyebab Telinga Berdenging dan Cara Mengatasinya Menurut Medis
Telinga berdenging atau tinnitus sering kali menimbulkan rasa penasaran akan makna spiritual. Namun, secara medis kondisi ini murni merupakan gejala kesehatan, bukan mitos.
Tinnitus umumnya muncul tanpa gejala awal yang jelas. Meski mengganggu, kondisi ini biasanya tidak mengancam jiwa.
>>> Kemenkeu: Minat Investor terhadap SBN Tetap Terjaga Sepanjang 2026
Memahami pemicu klinis tinnitus penting agar penanganan tepat bisa segera dilakukan. Rumah Sakit Tzu Chi mencatat beberapa faktor utama penyebab denging pada telinga.
Penyebab Umum Tinnitus
Penumpukan kotoran telinga menjadi penyebab paling sering. Kondisi ini dapat memicu gatal, nyeri, penurunan pendengaran, hingga suara berdenging.
Kebiasaan menggunakan headset atau earphone dalam durasi lama berisiko merusak sel rambut di telinga. Paparan suara di atas 80 dB secara berulang menjadi pemicu utama.
Infeksi bakteri atau virus pada organ pendengaran juga dapat menciptakan tekanan di telinga tengah. Selain denging, infeksi biasanya disertai nyeri dan gangguan pendengaran sementara.
Masalah saluran pernapasan seperti sinusitis dapat menyumbat saluran Eustachius, menghambat drainase cairan, dan memicu penumpukan tekanan.
>>> Dubes AS Desak Taiwan Alokasikan Anggaran Pertahanan untuk Drone
Perubahan tekanan udara mendadak, seperti saat naik pesawat, menyelam, atau mendaki gunung, dapat menekan gendang telinga. Perubahan drastis berisiko menyebabkan cedera fisik.
Faktor Trauma, Usia, dan Obat-obatan
Cedera pada kepala atau leher dapat merusak saraf pendengaran dan mengganggu sistem pengolahan suara di otak, sehingga memicu distorsi suara.
Penuaan alami menurunkan fungsi sistem saraf dan telinga bagian dalam. Denging pada lansia sering menjadi indikator awal penurunan daya dengar.
Konsumsi obat tertentu seperti antibiotik atau obat tekanan darah tinggi dosis kuat dapat merusak saraf pendengaran. Pemeriksaan daftar obat bersama dokter sangat disarankan.
Penyakit Meniere juga patut diwaspadai karena menimbulkan penumpukan cairan di telinga dalam. Gejalanya meliputi serangan pusing berputar, denging, dan hilang pendengaran mendadak.
>>> Pendaftaran Beasiswa PMDSU 2026 Resmi Dibuka untuk Mencetak Doktor Muda
Gangguan pada sendi rahang dapat menjalar dan memengaruhi saraf pendengaran, biasanya disertai rasa tegang pada otot rahang.
Update Terbaru
Pasokan Melimpah, Durian Malaysia Dibagikan Gratis di Singapura
Rabu / 01-07-2026, 11:44 WIB
Visa Jepang Naik 5x Lipat Mulai 1 Juli 2026, Cek Harga Terbaru!
Rabu / 01-07-2026, 11:43 WIB
Daftar Lengkap Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:43 WIB
Apple Perbarui Creator Studio dengan Fitur AI dan Integrasi Ekosistem
Rabu / 01-07-2026, 11:43 WIB
Beda Moisturizer dan Sleeping Mask: Bolehkah Dipakai Setiap Hari?
Rabu / 01-07-2026, 11:43 WIB
Satu Klik Bisa Pinjam Uang, Ini Alasan Literasi Keuangan Kini Semakin Penting
Rabu / 01-07-2026, 11:43 WIB
Beda Acne Lotion dan Acne Gel Viva, Kenali Fungsi serta Cara Pakainya sebelum Beli
Rabu / 01-07-2026, 11:42 WIB
Tren Modifikasi Yamaha Grand Filano Racing Look Makin Digandrungi Gen Z
Rabu / 01-07-2026, 11:42 WIB
Kumpulan Nama Bayi Perempuan Islami 2 Kata untuk Lahir Juli
Rabu / 01-07-2026, 11:42 WIB
Jadwal Pencairan PIP Juli 2026: Apakah Dana Bantuan Masuk Bulan Ini?
Rabu / 01-07-2026, 11:42 WIB
Meksiko Tekan Ekuador, Unggul 2-0 hingga Turun Minum
Rabu / 01-07-2026, 11:41 WIB
Cuktech Power Bank 600 Meluncur dengan Daya 600W, Bisa Nyalakan Ketel dan Bor
Rabu / 01-07-2026, 11:15 WIB
9 Merek Skincare Organik Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Rabu / 01-07-2026, 11:15 WIB






