Saham KIJA Keluar dari IDX Sharia Growth, Manajemen Tegaskan Fundamental Aman
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menegaskan bahwa keluarnya saham perseroan dari indeks IDX Sharia Growth (IDXSHAGROW) tidak mencerminkan penurunan fundamental atau kondisi keuangan perusahaan.
Manajemen menilai perubahan status tersebut semata-mata merupakan hasil evaluasi berkala yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan metodologi yang berlaku.
>>> Arab Saudi Umumkan 26 Pemain Piala Dunia 2026, Mayoritas Pilar Liga Domestik
Sekretaris Perusahaan KIJA, Muljadi Suganda, menjelaskan bahwa IDXSHAGROW adalah indeks yang berisi 30 saham syariah dengan kriteria tertentu, seperti pertumbuhan laba bersih, pendapatan relatif terhadap harga saham, likuiditas, dan indikator keuangan lainnya.
"Perubahan komposisi indeks dilakukan secara berkala berdasarkan hasil review dan pemeringkatan.
Oleh karena itu, perubahan status keanggotaan lebih mencerminkan hasil evaluasi relatif terhadap emiten lain pada periode review tersebut," ujar Muljadi.
Hingga saat ini, saham KIJA masih tercatat sebagai konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan memenuhi kriteria efek syariah berdasarkan Daftar Efek Syariah yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ke depan, KIJA akan tetap fokus pada penguatan fundamental usaha melalui peningkatan profitabilitas, pertumbuhan pendapatan berkelanjutan, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Founder Jababeka, SD Darmono, juga menegaskan bahwa keluarnya KIJA dari indeks syariah tidak otomatis menunjukkan kondisi perusahaan yang buruk.
>>> 17 Drama China Zhou Yi Ran Terbaik dengan Rating Tertinggi
"Perubahan metodologi dan standar yang semakin ketat menyebabkan sejumlah emiten mengalami penyesuaian klasifikasi.
Kami menghormati keputusan tersebut dan akan terus melakukan evaluasi terhadap struktur bisnis dan pembiayaan perusahaan," kata SD Darmono.
Ia juga merespons isu data ESG yang dinilai belum lengkap di beberapa sistem pemeringkatan internasional. Menurutnya, proses pelengkapan data dan penyesuaian pelaporan masih berjalan mengikuti standar terbaru BEI.
"Transparansi adalah proses yang terus kami perbaiki," ujar SD Darmono.
BEI telah melakukan evaluasi mayor terhadap sejumlah indeks syariah untuk periode Juni-November 2026. Hasilnya, delapan saham resmi dikeluarkan dari IDXSHAGROW, berlaku efektif mulai 2 Juni 2026.
>>> Rupiah Terus Melemah ke Rp18.049, Postur Keuangan Negara Terancam
Selain KIJA, saham lain yang keluar antara lain AKRA, ASII, BRPT, INCO, JPFA, KPIG, dan MARK.
Update Terbaru
Matt Smith Tak Percaya Keanu Reeves Nonton Film Gagalnya, Morbius
Jumat / 03-07-2026, 04:29 WIB
Manajer Komunitas Destiny 2 Kritik Pemimpin yang Buat Keputusan Buruk Bertahun-tahun
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mike Rowe Gugat Discovery atas Biaya Narasi Deadliest Catch
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Penampakan Hiu Paksa Penutupan Bergilir di Pantai Long Island dan Queens
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Square Enix Manga & Books Umumkan 8 Manga dan 2 Buku Final Fantasy
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Los Angeles Alami Suhu Lebih Dingin di Tengah Gelombang Panas Nasional
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Zendaya Puji Dedikasi Tom Holland di Film Spider-Man: Brand New Day
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Kebakaran Besar Melanda Bekas Pembangkit Listrik Aberthaw di Wales
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
BBC Hentikan Serial Winterwatch Setelah 14 Tahun, Ganti dengan Naturewatch
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Resiliensi dan Fokus Baja: AS Kalahkan Bosnia di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Piala Dunia 2026: Taruhan USMNT Cetak Rekor Baru
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Invasi Suporter Argentina di Miami: Tiket Mahal dan Keamanan Diperketat
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB






