Penguatan Museum dan Kebudayaan Strategis Atasi Krisis Kepribadian Bangsa
"Kalau kesetaraan itu terwujud, tidak akan ada kesenjangan antara museum pemerintah dan museum swasta. Semua dapat bergerak bersama menjaga warisan budaya bangsa," ujarnya.
Dalam aspek regulasi, tantangan terbesar adalah belum adanya Undang-Undang Permuseuman.
Indonesia telah memiliki UU Cagar Budaya dan UU Pemajuan Kebudayaan, namun posisi museum dalam kedua undang-undang tersebut masih terbatas.
"Rumahnya belum ada. Kita punya regulasi cagar budaya dan pemajuan kebudayaan, tetapi belum memiliki Undang-Undang Permuseuman.
Karena itu penguatan regulasi menjadi kebutuhan mendesak," katanya.
Penguatan regulasi juga diperlukan untuk mendukung repatriasi artefak dan benda budaya Indonesia yang masih berada di luar negeri.
Putu mengingatkan bahwa sejumlah regulasi saat ini masih membuka ruang penggunaan replika, sementara perlindungan koleksi asli dan mekanisme peminjaman perlu diperkuat.
"Warisan budaya dan artefak bangsa memiliki nilai yang tidak dapat digantikan dengan uang. Karena itu perlindungan terhadap koleksi harus menjadi perhatian serius dalam penguatan regulasi ke depan," ujarnya.
AMI juga mengusulkan revisi UU Cagar Budaya dan UU Pemajuan Kebudayaan agar posisi museum sebagai institusi strategis semakin kuat.
Selain itu, AMI mendorong pembentukan badan khusus yang menangani museum, cagar budaya, dan pemajuan kebudayaan untuk memperkuat koordinasi kebijakan nasional.
Keterlibatan masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat perlu diperkuat melalui pola kemitraan yang lebih inklusif.
Putu mengusulkan kajian mengenai insentif untuk mendorong kontribusi masyarakat dan dunia usaha terhadap pengembangan museum, termasuk pengembalian artefak budaya Indonesia.
Sebagai visi jangka panjang, AMI mengusulkan konsep "Negeri Beribu Museum", pembangunan museum di situs cagar budaya, museum pahlawan, museum tokoh bangsa, museum keraton Nusantara, hingga Museum Agung Peradaban Nusantara.
"Harapan kami, Indonesia tidak hanya kuat secara ekonomi dan politik, tetapi juga menjadi bangsa yang berkepribadian kuat dalam kebudayaan.
>>> John Herdman Panggil Muhammad Ferarri ke Timnas Indonesia, Ini Alasannya
Karena budaya memiliki kekuatan untuk menyatukan, memberi inspirasi, dan menjaga keberlanjutan peradaban bangsa," kata Putu.
Update Terbaru
Chuu Rilis Single Digital Baru ‘Rule’ Berkolaborasi dengan Heize
Jumat / 03-07-2026, 03:11 WIB
Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Filipina di AVC Girls U-18 2026
Jumat / 03-07-2026, 03:10 WIB
Babak I Piala Dunia: Oyarzabal Bawa Spanyol Ungguli Austria 1-0
Jumat / 03-07-2026, 03:10 WIB
BNN: 3,37 Ton Kuncup Ganja di Gresik Hendak Dijadikan Cairan Vape
Jumat / 03-07-2026, 03:09 WIB
KARD Umumkan Album Studio Perdana 'Where To Now? (Part.2) : NOWHERE'
Jumat / 03-07-2026, 03:09 WIB
Duo V8 dari SEVENTEEN Tembus Setengah Juta Kopi dalam Tiga Hari
Jumat / 03-07-2026, 03:09 WIB
Kang Seung Yoon WINNER Dikabarkan Main Drama Thriller Misteri Baru
Jumat / 03-07-2026, 03:09 WIB
Park Gyu-jeong dari GroovyRoom Konfirmasi Nikah Musim Gugur
Jumat / 03-07-2026, 03:09 WIB
Eks Rekan Ungkap Keretakan Hubungan Tifa dan Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi
Jumat / 03-07-2026, 02:56 WIB
Gerindra Sentil Bupati Purwakarta Om Zein soal Lagu yang Dinilai Lecehkan Perempuan
Jumat / 03-07-2026, 02:56 WIB
Dokter Tifa Disebut Menangis Usai Dipecat Tim Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi
Jumat / 03-07-2026, 02:56 WIB
Sony Sebut AI sebagai Teknologi Fundamental yang Mendukung Strategi Perusahaan
Jumat / 03-07-2026, 02:43 WIB
Sony Sebut AI sebagai Teknologi Fundamental yang Mendukung Strategi Perusahaan
Jumat / 03-07-2026, 02:42 WIB
Panas Terik Landa Peserta US Senior Open di Scioto
Jumat / 03-07-2026, 02:42 WIB






