Menteri PPPA Dorong Parpol Perkuat Kaderisasi Perempuan, Ini Strateginya
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendorong seluruh partai politik di Indonesia untuk memperkuat sistem kaderisasi bagi kaum perempuan.
Langkah ini dinilai kunci untuk meningkatkan persentase keterwakilan perempuan di politik nasional.
>>> Cikstik Tugu Jogja: Steak Ayam Juicy dengan Saus Khas yang Lagi Banyak Dicari
Penguatan kaderisasi juga dipercaya mampu meningkatkan kualitas demokrasi yang lebih inklusif dan representatif. Arifah menegaskan bahwa upaya memperluas peran perempuan tidak boleh hanya mengejar angka kuota semata.
Aspek substansial seperti kualitas kompetensi dan akses terhadap struktur partai juga harus diperhatikan. Ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem politik yang setara dan ramah perempuan.
Dorongan Perubahan Budaya Politik
Menteri PPPA mengajak pimpinan partai politik untuk mengubah budaya organisasi mereka. Budaya politik yang sehat harus melepaskan stereotip negatif terhadap peran dan kemampuan perempuan di ruang publik.
"Saya mengajak seluruh partai politik untuk terus memperkuat kaderisasi perempuan secara berkelanjutan," ujar Arifah di Jakarta pada Minggu (31/5/2026).
Ia berharap upaya ini menjadi agenda prioritas dalam struktur kepartaian.
Menurut Arifah, tingkat keterwakilan perempuan saat ini masih memerlukan perhatian khusus. Kehadiran perempuan sangat dibutuhkan dalam penyusunan kebijakan publik yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Ragam Tantangan Perempuan di Politik
Arifah menguraikan bahwa hambatan yang dihadapi perempuan dalam berpolitik sangat kompleks. Tantangan tidak hanya soal sulitnya mencapai target angka keterwakilan di kursi legislatif.
Ada rintangan struktural dan sosial yang masih menjadi ganjalan bagi partisipasi perempuan. Faktor penghambat utama antara lain keterbatasan akses dalam ruang politik formal.
Sistem pengaderan di internal partai juga belum berjalan optimal atau tidak berpihak pada kader perempuan. Stereotip gender yang kuat di masyarakat masih menjadi tembok penghalang yang nyata.
Update Terbaru
Full Clearing Another World under a Goddess with Zero Believers Anime Rilis Cast, Staff, Tayang Oktober
Sabtu / 04-07-2026, 18:47 WIB
Dior Rancang Gaun Pengantin Haute Couture untuk Taylor Swift dan Travis Kelce
Sabtu / 04-07-2026, 18:47 WIB
Daripada UFC dan Pameran Sepi, Lebih Baik Hapus Electoral College dan Season Baru Game of Thrones
Sabtu / 04-07-2026, 18:46 WIB
Kemenhaj Fokus pada Pembinaan Jemaah dan Mitigasi dalam Evaluasi Haji 2026
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
10 Cara Memilih Laptop untuk Kerja dan Kuliah 2026, Panduan Lengkap Berdasarkan Budget dan Kebutuhan
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Chrome Tetap Andalan, Tapi Brave dan Firefox Ambil Alih Tugas Berat
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
16 Anak Diselamatkan dari Rumah Kumuh di Ohio, Kondisi 'Hampir Liar'
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Adik Pemain NFL Calais Campbell Didakwa Membunuh Ibu Kandung
Sabtu / 04-07-2026, 18:45 WIB
Cara Praktis Menambah Saldo Dana Lewat 5 Langkah Mudah di Aplikasi Clear Blast 2026
Sabtu / 04-07-2026, 18:44 WIB
Tiga Alfa Romeo 8C Dijual Rp 15 Miliar, Satu Tak Pernah Dikendarai
Sabtu / 04-07-2026, 18:32 WIB
Kapolri Lantik Irjen Wibowo sebagai Kakorlantas Polri
Sabtu / 04-07-2026, 18:28 WIB
Pramono Ungkap Jakarta Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia, Lampaui Washington DC
Sabtu / 04-07-2026, 18:28 WIB
Kiper Cape Verde Vozinha: Laga Seimbang, Kami Bisa Menang
Sabtu / 04-07-2026, 18:27 WIB
Kapolri Rombak 6 Kapolda: Aceh, Jabar, hingga Papua Barat Daya
Sabtu / 04-07-2026, 18:27 WIB







