Kampung Mualaf di Pedalaman Pulau Buru: Toleransi dan Perubahan
Suasana Desa Wabloi di Pulau Buru, Maluku, terasa tenang di bawah terik matahari. Deretan rumah rapi tampak lengang, namun bukan berarti desa kosong.
Sebagian besar warga berada di dalam rumah menjalankan ibadah. Mereka tengah menunaikan puasa Arafah dan mempersiapkan penyembelihan hewan kurban menyambut Iduladha.
>>> Satgas PKH Bongkar Skandal Ekspor Logam Tanah Jarang di Batam
Rosmalia, warga setempat, menyambut tamu dengan ramah di depan rumahnya yang baru sebagian berdinding beton.
"Saya sudah meminta bantuan para ibu untuk mencicil pembuatan makanan keperluan kurban besok," ujarnya.
Dua ekor sapi berukuran sedang telah diikat di pohon dekat rumah. Perlengkapan seperti terpal untuk tenda operasional penyembelihan juga sudah siap.
"Nanti setelah masuk waktu zuhur, kami baru akan mendirikan tenda," jelas Rosmalia.
Sejarah Terbentuknya Kampung Mualaf di Wabloi
Tradisi berkurban di Desa Wabloi masih tergolong baru. Warga baru bisa merasakan daging kurban dalam lima tahun terakhir.
Desa Wabloi merupakan desa adat di pedalaman. Tidak semua penduduk beragama Islam; sebagian masih menganut Hindu dan kepercayaan lain.
Kondisi ini membuat bantuan hewan kurban sulit menjangkau wilayah tersebut, meski jaraknya hanya sekitar 40 kilometer dari pusat kota Namlea.
"Wabloi termasuk salah satu kampung tertua di pegunungan yang dulunya memegang teguh animisme," kata Ustaz Fauzan, suami Rosmalia.
Pasangan ini memutuskan mengabdi di Desa Wabloi, dengan Ustaz Fauzan rutin berdakwah dari kampung ke kampung.
Ustaz Fauzan yang berasal dari Mojokerto awalnya tidak menyangka silaturahminya diterima baik. Masyarakat adat mulai membuka diri terhadap kehadiran orang baru.
Melalui interaksi sehari-hari, minat warga mengenal Islam tumbuh alami. Satu per satu warga mengucapkan syahadat dan resmi menjadi mualaf.
Update Terbaru
Tangis Cristiano Ronaldo saat Kenakan Jersey No.21, Tanda Penghormatan untuk Diogo Jota
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Susunan Pemain Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Xhaka Vs Mahrez
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Rating Pemain Spanyol Usai Tekuk Austria, Layak Jadi Kandidat Juara?
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Tiga Mantan Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp78,81 Miliar Impor Barang Tiruan
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Antisipasi Kekeringan di Sukra Indramayu, Kementan Pasok Pompa Air untuk 1.945 Hektare Lahan
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Kemenperin Dorong Kawasan Industri Pangkas Emisi, IWIP Masuk Program NZIP
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Pemilik Percetakan Laporkan Balik Tiga Korban Penyekapan, Said Iqbal Soroti Upah Rp500 Ribu
Jumat / 03-07-2026, 23:41 WIB
Komdigi Tutup Jalur Registrasi SIM Card Pakai NIK, Wajib Biometrik
Jumat / 03-07-2026, 23:41 WIB
Cape Verde Tak Gentar Hadapi Argentina dan Messi di Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:07 WIB
Rating Pemain Portugal vs Kroasia: Ronaldo Cetak Gol, tapi Rafael Leao yang Terbaik
Jumat / 03-07-2026, 23:07 WIB
PSSI Tolak Anggapan Piala AFF Ecek-ecek: Kita Belum Juara
Jumat / 03-07-2026, 23:07 WIB
'Teach You a Lesson' Geser 'The Glory' dari 5 Besar Drama Korea Netflix
Jumat / 03-07-2026, 23:07 WIB
PSSI Targetkan Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:06 WIB
Bunuh 21 Ribu Anak Gaza, Israel Makin Dicap Rezim Pembunuh Bayi
Jumat / 03-07-2026, 23:06 WIB






