Indonesia Targetkan Produksi Emas Nasional Naik Dua Lipat Melalui Penertiban Tambang Ilegal
Pemerintah Indonesia tengah menjalankan strategi terintegrasi untuk membangun ekosistem bullion bank nasional. Langkah ini melibatkan kementerian, otoritas pajak, dan lembaga keuangan utama.
Strategi tersebut mencakup penertiban tambang ilegal, pemotongan pajak di hilir, serta penyediaan infrastruktur penyimpanan berskala internasional.
>>> Federico Valverde Gabung Timnas Uruguay, Respons soal Konflik Madrid
Tujuannya melipatgandakan pasokan emas resmi negara dari 100 metrik ton menjadi 200 metrik ton.
Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi, memaparkan perombakan sisi penawaran dalam acara Investortrust Power Talk Financial Series di Jakarta.
Ia menyatakan pemerintah ingin merestrukturisasi produksi emas yang tidak tercatat dan tambang ilegal.
"Jika kita bisa membersihkan ini, pasokan emas resmi kita yang saat ini sekitar 100 metrik ton bisa berlipat ganda dari catatan statistik yang ada," ujar Elen Setiadi.
Langkah agresif ini menandai pergeseran struktural dalam aliran logam mulia global.
Selama ini, emas sering dikirim ke luar negeri untuk dimurnikan dan diperdagangkan dengan tolok ukur Singapura atau London.
Melalui pemotongan pajak domestik dan pembersihan sektor pertambangan informal, Jakarta berupaya mengubah emas fisik menjadi instrumen keuangan institusional.
Hal ini untuk menangkap modal yang selama ini keluar dari Indonesia.
Formalisasi dari hulu ke hilir berjalan selaras dengan mandat Presiden Prabowo Subianto setelah peluncuran ekosistem bank emas nasional pada Februari 2025.
Dampak pada Operator Bullion
Kebijakan ini memicu pertumbuhan rekor bagi operator bullion yang ditunjuk negara. PT Pegadaian mencatat lonjakan laba bersih tahunan sebesar 48% dari monetisasi kepemilikan emas domestik.
AVP Bullion Investment Product Development & Financing Pegadaian, Muhammad Abraham, mengungkapkan lembaganya kini mengelola 145 metrik ton emas fisik.
Update Terbaru
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Picu Perdebatan soal AC
Kamis / 02-07-2026, 05:31 WIB
Bay Area Gelar Laga Knockout Bersejarah Timnas AS di Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 05:30 WIB
Belgium Waspadai Senegal di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 05:30 WIB
Utah Mammoth Dapatkan Vincent Trocheck dari New York Rangers
Kamis / 02-07-2026, 05:29 WIB
Friv Rekomendasikan Game Edukasi Terbaik untuk Melatih Kreativitas Anak
Kamis / 02-07-2026, 05:29 WIB
Candy Crush Saga 2026: Tips, Trik, dan Cara Dapat Gold Bar Gratis
Kamis / 02-07-2026, 05:29 WIB
Pakar ITS Ungkap Tantangan Teknis Penerapan Biodiesel B50 di Indonesia
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Malik Beasley Ajukan Plea Not Guilty dalam Kasus Judi NBA
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Video Perlihatkan Momen Donald Trump dan Dana White Bersiap di Oval Office untuk UFC
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Lonzo Ball Bantah Klaim LaVar Soal Kepergian Tina
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Taylor Swift Sewa Perusahaan Pembuat Set Film untuk Pernikahan di MSG
Kamis / 02-07-2026, 05:25 WIB
Tamu Undangan Taylor Swift Bocorkan Detail Pernikahan: Resepsi di MSG, Upacara di Tempat Lain
Kamis / 02-07-2026, 05:25 WIB
KPK Telusuri Aliran Uang Kasus Pelepasan Kawasan Hutan Bupati Kuansing
Kamis / 02-07-2026, 05:25 WIB
Kia Cetak Rekor Penjualan Juni dan Semester Pertama Tertinggi Sepanjang Sejarah
Kamis / 02-07-2026, 05:22 WIB






