Fenomena Mariko Aoki: Mengapa Sebagian Orang Ingin BAB Saat Masuk Toko Buku
Buku--
Perbincangan mengenai Gramedia sempat ramai di media sosial setelah muncul unggahan yang menyebut adanya dugaan pengunjung buang air besar sembarangan di lantai salah satu toko buku di Cibinong.
Unggahan tersebut menyebar luas dan menarik perhatian warganet. Banyak komentar yang justru menyinggung pengalaman serupa, yakni munculnya rasa mulas atau dorongan ingin buang air besar saat berada di dalam toko buku.
Kondisi itu bukan sekadar cerita di media sosial. Dalam kajian psikologi populer, gejala tersebut sering dikaitkan dengan fenomena yang dikenal sebagai Mariko Aoki.
Awal Mula Fenomena Mariko Aoki
Fenomena ini pertama kali mencuat di Jepang pada Februari 1985. Seorang pembaca mengirimkan surat ke majalah Hon no Zasshi dan menceritakan pengalaman aneh: ia kerap merasakan dorongan buang air besar setiap kali berada di toko buku.
Keluhan tersebut ternyata tidak dialami sendirian. Banyak pembaca lain mengaku mengalami hal serupa setelah cerita itu dipublikasikan.
Dari situlah istilah Mariko Aoki mulai digunakan untuk menggambarkan sensasi mulas atau keinginan buang air besar yang muncul ketika seseorang memasuki toko buku.
Diduga Berkaitan dengan Faktor Psikologis
Para peneliti belum menemukan penjelasan ilmiah tunggal yang pasti. Namun sejumlah teori mencoba menjelaskan hubungan antara suasana toko buku dan reaksi tubuh manusia.
- Suasana toko buku yang tenang dapat membuat tubuh lebih rileks sehingga memicu refleks pencernaan.
- Aroma kertas dan tinta diduga memicu respons psikologis tertentu.
- Kebiasaan membaca sambil duduk lama dapat mengaktifkan sistem pencernaan.
- Hubungan kuat antara otak dan sistem pencernaan memungkinkan rangsangan mental memicu reaksi fisik.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa dorongan mulas di toko buku kemungkinan bukan disebabkan satu faktor tunggal, melainkan kombinasi kondisi psikologis dan respons tubuh.
Baca juga: Kontroversi Moell dan Marapthon Mencuat, Pesan Campaign Berhadiah Jutaan Rupiah Beredar