Langit Merah Pekat Selimuti Australia Barat saat Siklon Narelle Menerjang
Wilayah barat laut Australia dilanda pemandangan tidak biasa ketika langit tiba-tiba berubah merah pekat saat Siklon Narelle melintas. Fenomena dramatis ini terjadi bersamaan dengan angin ekstrem yang memicu kerusakan infrastruktur serta pemadaman listrik di sejumlah kawasan.
Rekaman dari Shark Bay pada Jumat, 27 Maret 2026 memperlihatkan kondisi siang hari yang mendadak menggelap. Awan debu yang terbawa angin kencang menyelimuti wilayah tersebut hingga jarak pandang hampir hilang sama sekali.
Debu Kaya Zat Besi Membuat Langit Memerah
Angin berkecepatan tinggi mengangkat partikel tanah yang mengandung oksida besi dari permukaan tanah kering Australia. Debu tersebut kemudian menyebar di atmosfer dan memantulkan cahaya matahari, menghasilkan warna merah pekat di langit.
Fenomena seperti ini pernah tercatat di wilayah gurun Australia, terutama ketika badai kuat menyapu area yang kering dan berdebu.
Angin Ekstrem Picu Kerusakan Infrastruktur
Badan meteorologi Australia mencatat hembusan angin dalam badai tersebut melampaui 124 mil per jam. Kecepatan itu menjadikan Siklon Narelle sebagai salah satu badai dengan angin paling kuat yang dialami warga dalam beberapa waktu terakhir.
Perdana Menteri Queensland David Crisafulli menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, kekuatan angin yang dirasakan masyarakat kemungkinan menjadi yang paling kuat dalam waktu lama.
“Dalam banyak kasus, ini akan menjadi angin terkuat yang pernah dialami warga di bagian negara bagian ini dalam waktu yang sangat lama,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Exmouth Alami Dampak Paling Parah
Layanan darurat menyebut kota Exmouth menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan jaringan listrik terputus.
Sebagian besar kota itu sempat kehilangan pasokan listrik, air, serta jaringan komunikasi. Tim darurat terus bekerja membuka akses serta memulihkan layanan penting bagi warga.
Wilayah Lain Relatif Minim Kerusakan
Menteri Layanan Darurat Australia Barat Paul Papalia menyatakan beberapa kota lain relatif selamat dari kerusakan struktural besar.
- Coral Bay
- Shark Bay
- Geraldton
- Kalbarri
- Carnarvon
Menurut Papalia, kerusakan bangunan di kawasan tersebut terbilang terbatas dibandingkan wilayah yang berada tepat di jalur siklon.
“Kota-kota selain Exmouth tampaknya lolos tanpa kerusakan struktural besar. Kerusakan yang terjadi di beberapa wilayah Pilbara juga relatif kecil,” katanya dalam penjelasan resmi.
Baca juga: Moto G57 Power 5G Andalkan Baterai 7000 mAh dan Bodinya Tangguh
Update Terbaru
Bupati Bogor Lepas 271 Jamaah Haji Kloter 21 di Masjid Nurul Wathon
Sabtu / 16-05-2026, 04:05 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 17 – 24 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 04:00 WIB
Chery Siap Luncurkan Mobil Listrik Q di Indonesia pada 18 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:41 WIB
Jawa Tengah Perkuat Kolaborasi Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat
Sabtu / 16-05-2026, 03:22 WIB
BYD Indonesia Luncurkan Varian Baru Atto 1 STD, Harga Mulai Rp199 Juta
Sabtu / 16-05-2026, 03:20 WIB
Google Perbarui Android Auto dengan Integrasi AI Gemini pada 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:20 WIB
Review Suzuki Satria Pro: Bebek Sport Modern dengan Fitur Konektivitas
Sabtu / 16-05-2026, 03:17 WIB
Potensi Pendapatan Game Penghasil Saldo DANA Tembus Rp545.000 Per Hari
Sabtu / 16-05-2026, 03:16 WIB
Penjualan Honda di China Anjlok 48 Persen pada April 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:14 WIB
Pemprov DKI Gelar Jakarta Job Fair 2026 di Jakarta Utara, Buka Ribuan Lowongan
Sabtu / 16-05-2026, 03:09 WIB
Kemensos Perbarui Data Penerima Bansos Mei 2026, 11 Ribu KPM Dicoret
Sabtu / 16-05-2026, 03:08 WIB
Jadwal Tayang Classroom of the Elite Season 4 Episode 6 dan Sinopsis Terbaru
Sabtu / 16-05-2026, 02:51 WIB
Hugh Jackman Bintangi The Sheep Detectives, Tayang di Bioskop Indonesia 15 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 02:40 WIB






