Libur Jumat Agung 2026 Ditetapkan Pemerintah pada 3 April
natal-pixabay-
Pemerintah telah menetapkan peringatan Wafat Yesus Kristus atau Jumat Agung sebagai hari libur nasional pada tahun 2026. Penetapan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026.
Pada tahun itu, Jumat Agung jatuh pada 3 April 2026. Libur tersebut tidak disertai cuti bersama, namun masyarakat tetap berpeluang menikmati libur panjang karena berdekatan dengan akhir pekan.
Rangkaian Libur Jumat Agung 2026
Karena bertepatan dengan akhir pekan serta perayaan Paskah, masyarakat dapat menikmati periode libur selama tiga hari berturut-turut.
- Jumat, 3 April 2026: Libur nasional Wafat Yesus Kristus (Jumat Agung)
- Sabtu, 4 April 2026: Libur akhir pekan
- Minggu, 5 April 2026: Hari Paskah atau Kebangkitan Yesus Kristus
Meski tanpa cuti bersama tambahan, susunan tanggal tersebut membuat akhir pekan pertama April 2026 menjadi momentum long weekend bagi sebagian masyarakat.
Pekan Suci dalam Tradisi Umat Kristiani
Jumat Agung merupakan bagian penting dari rangkaian Pekan Suci dalam kalender liturgi umat Kristiani. Pekan ini menjadi masa perenungan menjelang perayaan Paskah yang mengenang sengsara, wafat, hingga kebangkitan Yesus Kristus.
Pekan Suci berlangsung sejak Minggu Palma dan mencapai puncaknya pada Hari Paskah. Selama periode ini, umat diajak menghayati kembali perjalanan pengorbanan Kristus sebagai dasar iman dan pengingat nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian Perayaan Pekan Suci
Minggu Palma
Minggu Palma memperingati kedatangan Yesus ke Yerusalem yang disambut masyarakat sebagai raja damai. Dalam perayaan ini, umat biasanya mengikuti prosesi dengan membawa daun palma atau ranting sebagai simbol penghormatan.
Tradisi tersebut mengingatkan kembali peristiwa ketika masyarakat Yerusalem menyambut Yesus dengan sorak-sorai dan daun palma.
Kamis Putih
Kamis Putih mengenang peristiwa Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid. Dalam misa yang digelar pada hari tersebut, imam menjalankan ritual pembasuhan kaki kepada dua belas umat.
Ritual itu menjadi simbol keteladanan Yesus yang menunjukkan kerendahan hati serta kasih kepada sesama.