close ads x

Harga Emas Antam 26 Maret 2026 Stabil di Rp2,85 Juta per Gram, Buyback Turun Rp17 Ribu

Harga Emas Antam 26 Maret 2026 Stabil di Rp2,85 Juta per Gram, Buyback Turun Rp17 Ribu

Emas Antam--

Harga Emas Dunia Menguat

Sementara itu, pasar global mencatat penguatan harga emas pada perdagangan Rabu waktu setempat.

Logam mulia tersebut terdorong naik setelah penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan.



Di pasar spot, harga emas tercatat meningkat hampir 2 persen menjadi USD4.558,81 per ounce. Kontrak berjangka emas pengiriman April juga melonjak lebih dari 3 persen ke posisi USD4.552,30 per ounce.

Ketegangan Timur Tengah Mempengaruhi Pasar

Pergerakan pasar turut dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Washington dan Iran tengah menjajaki komunikasi yang dianggap membuka peluang kesepakatan damai.


Ia menjelaskan keputusan untuk tidak melanjutkan ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran berkaitan dengan proses tersebut.

Trump menyatakan, “Mereka berbicara dengan kami, dan mereka berbicara dengan masuk akal.”

Namun pernyataan itu dibantah oleh pemerintah Iran. Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan tidak ada negosiasi langsung antara kedua negara.

“Seperti yang selalu kami katakan... tidak ada pihak seperti kami yang akan membuat kesepakatan dengan Anda. Tidak sekarang. Tidak akan pernah,” ujarnya melalui televisi pemerintah.

Proyeksi Emas Masih Positif

Di tengah dinamika pasar, Goldman Sachs tetap mempertahankan pandangan positif terhadap prospek emas.

Co-Head Global Commodities Research Goldman Sachs, Daan Struyven, menjelaskan bahwa koreksi harga sebelumnya masih sejalan dengan pola historis yang dipengaruhi ekspektasi suku bunga serta volatilitas pasar.

Ia menilai penurunan tersebut bukan kejutan karena reli harga emas sebelumnya sempat melampaui fundamental.

Meski begitu, bank investasi tersebut tetap memperkirakan harga emas berpotensi mencapai USD5.400 per ounce pada akhir tahun.

Proyeksi itu didorong oleh tren pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara yang berupaya mendiversifikasi cadangan aset di tengah risiko geopolitik dan ketidakpastian finansial global.

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya