close ads x

WhatsApp Siapkan Business Scoped User ID dan Username Mulai Juni 2026

WhatsApp Siapkan Business Scoped User ID dan Username Mulai Juni 2026

WhatsApp-LoboStudioHamburg/pixabay-

WhatsApp Siapkan Business Scoped User ID dan Username Mulai Juni 2026

WhatsApp menyiapkan perubahan besar pada sistem identifikasi pengguna yang akan mulai berlaku pada Juni 2026. Perubahan ini berkaitan dengan penerapan username serta Business Scoped User ID (BSUID) dalam layanan WhatsApp, khususnya pada ekosistem bisnis.

Pemberitahuan mengenai hal tersebut muncul melalui pesan yang dikirim lewat Meta Cloud API kepada sejumlah pengguna. Pesan itu meminta pengembang dan pengelola sistem bisnis agar segera menyesuaikan sistem sebelum kebijakan baru diterapkan.

WhatsApp Mulai Gunakan Username



Meta mengonfirmasi bahwa WhatsApp akan memperkenalkan fitur username yang bersifat opsional bagi pengguna maupun akun bisnis.

Dengan fitur ini, identitas pengguna di aplikasi tidak lagi selalu ditampilkan dalam bentuk nomor telepon. Sebagai gantinya, pengguna dapat menggunakan nama pengguna yang akan muncul saat berinteraksi di platform.

Untuk akun bisnis, penggunaan username tidak secara khusus dirancang sebagai fitur privasi. Namun fitur tersebut memungkinkan bisnis berkomunikasi dengan pelanggan tanpa harus menampilkan nomor telepon perusahaan.

Perubahan Sistem Identifikasi Pengguna


Bersamaan dengan peluncuran username, WhatsApp juga memperkenalkan sistem Business Scoped User ID atau BSUID.

Selama ini, identifikasi pengguna pada sistem WhatsApp umumnya menggunakan nomor telepon yang dikenal sebagai WhatsApp ID. Mulai Juni 2026, mekanisme tersebut akan digantikan oleh BSUID sebagai pengenal utama di sisi backend.

Apa Itu Business Scoped User ID

Business Scoped User ID merupakan sistem identifikasi yang dibuat khusus untuk interaksi antara pengguna dengan akun bisnis.

Melalui sistem ini, satu pengguna akan memiliki identitas yang berbeda untuk setiap bisnis yang dihubunginya di WhatsApp.

Tujuan Penerapan BSUID

  • Mengurangi ketergantungan sistem pada nomor telepon sebagai identitas utama.
  • Meningkatkan perlindungan privasi pengguna dalam interaksi dengan bisnis.
  • Menyediakan identitas pengguna yang unik untuk setiap hubungan dengan akun bisnis.

Dengan mekanisme tersebut, identitas pengguna tidak lagi bersifat tunggal di seluruh ekosistem bisnis. Setiap perusahaan akan menerima ID pengguna yang berbeda meskipun berasal dari orang yang sama.

Baca juga: Apa Alasan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas jadi Tahanan Rumah? Benarkah Karena GERD Akut dan Asma

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya