Khutbah Jumat, 27 Maret 2026 Tentang Umat Terbaik Menjaga Bumi
masjid-pixabay-
Landasan Al-Qur’an tentang Larangan Kerusakan
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan serta melarang perbuatan keji dan permusuhan.”
Ayat lain menegaskan:
تِلْكَ ٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: “Akhirat diperuntukkan bagi mereka yang tidak berbuat kerusakan di bumi dan tidak menyombongkan diri.”
Wujud Nyata Umat Terbaik
Menjadi umat terbaik tidak cukup dengan pengakuan lisan. Ia harus terlihat dalam tindakan menjaga lingkungan sekitar.
- Tidak membuang sampah sembarangan
- Menjaga kebersihan air dan tanah
- Tidak merusak tanaman tanpa keperluan
- Mengurangi perilaku konsumtif berlebihan
Semangat menahan diri selama Ramadan perlu dilanjutkan dalam bentuk pengendalian terhadap keinginan yang merusak alam.
Mudah-mudahan amal ibadah yang telah dilakukan diterima dan menjadi jalan perbaikan diri serta lingkungan. Amin.
الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.
اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَسَائِرَ عِبَادَاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ