close ads x

Enam Kekeliruan yang Kerap Terjadi saat Perayaan Idul Fitri! Inilah Naskah Khutbah Jumat, 27 Maret 2026

Enam Kekeliruan yang Kerap Terjadi saat Perayaan Idul Fitri! Inilah Naskah Khutbah Jumat, 27 Maret 2026

masjid-pixabay-

Menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, suasana sukacita mulai terasa di tengah umat Islam. Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang dinanti setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.

Namun, kegembiraan tersebut perlu diiringi dengan pemahaman yang benar agar perayaan tetap sejalan dengan tuntunan syariat. Idul Fitri bukan sekadar tradisi, melainkan momentum menjaga kualitas iman yang telah dibangun selama Ramadhan.



Masih ditemukan sejumlah kebiasaan yang keliru dan kerap dianggap wajar. Berikut beberapa kekeliruan yang sering terjadi dalam merayakan Idul Fitri.

Khutbah Pertama

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.


أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى مَحَمَّدِ نِالْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى.

فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, marilah kita meningkatkan ketakwaan, terlebih di penghujung Ramadhan yang penuh keberkahan. Ketakwaan tidak hanya tercermin dari kewajiban, tetapi juga dari kesungguhan menjalankan amalan sunnah dan menjauhi larangan.

Keberhasilan menjalani Ramadhan bergantung pada keimanan dan keikhlasan. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang puasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Ampunan tersebut menjadi tanda keberhasilan bagi mereka yang beribadah dengan penuh keimanan. Sebentar lagi, umat Islam akan menyambut Idul Fitri, hari penuh kebahagiaan yang tetap harus dijalani sesuai tuntunan agama.

Baca juga: Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 22 – 29 Maret 2026

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya