Data serupa juga disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan pengamatan, ketinggian hilal berada di kisaran 0,91 hingga 3,13 derajat, sementara elongasi berkisar antara 4,54 hingga 6,1 derajat.

Dengan kondisi tersebut, hilal diperkirakan tidak terlihat. Jika hal itu terjadi, maka Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari dan Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026.

Perbedaan Tanggal di Sejumlah Negara

Penetapan Idulfitri juga bervariasi di berbagai negara. Sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika telah lebih dulu menetapkan tanggal Lebaran.

  • Afghanistan, Niger, dan Mali: Kamis, 19 Maret 2026
  • Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Turki: Jumat, 20 Maret 2026
  • Lebanon, Palestina, Yaman, Irak, Sudan, Somalia: Jumat, 20 Maret 2026
  • Singapura: Sabtu, 21 Maret 2026

Perbedaan ini mencerminkan variasi metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan masing-masing negara, baik melalui hisab maupun rukyat.

Menanti Keputusan Resmi

Masyarakat Indonesia kini menunggu hasil sidang isbat sebagai penentu resmi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Meski telah ada berbagai prediksi, keputusan pemerintah tetap menjadi acuan utama bagi pelaksanaan Lebaran secara nasional.