Profil Andi Hakim Febriansyah Bos BNI Diduga Kabur ke Australia Usai Jadi Tersangka Penggelapan Dana Jemaat Rp28 Miliar: Umur, Agama dan IG
Profil Andi Hakim Febriansyah Bos BNI Diduga Kabur ke Australia Usai Jadi Tersangka Penggelapan Dana Jemaat Rp28 Miliar: Umur, Agama dan IG di Labuhanbatu, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara menetapkan mantan Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara di Kabupaten Labuhanbatu.
Nilai kerugian dalam perkara ini ditaksir mencapai Rp28 miliar. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti yang dinilai cukup dari hasil penyelidikan.
Tersangka Diduga Kabur ke Luar Negeri
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Pol Rahmat Budi Handoko, menjelaskan bahwa tersangka tidak memenuhi panggilan pemeriksaan karena telah meninggalkan Indonesia.
Dalam penjelasan resminya, tersangka diketahui bertolak dari Bali menuju Australia hanya dua hari setelah laporan resmi masuk ke kepolisian.
Laporan Masuk Akhir Februari 2026
Kasus ini bermula dari laporan yang diajukan pimpinan BNI Cabang Rantauprapat pada 26 Februari 2026.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui rangkaian penyelidikan hingga akhirnya penyidik menetapkan status tersangka terhadap Andi Hakim Febriansyah.
Modus Investasi Fiktif Berkedok Deposito
Berdasarkan hasil pendalaman, dugaan penggelapan bermula sejak 2019 ketika tersangka menawarkan produk investasi bernama BNI Deposito Investment kepada pihak gereja.
Produk tersebut ternyata tidak pernah dikeluarkan secara resmi oleh BNI, meski dijanjikan memberikan imbal hasil hingga 8 persen per tahun.
- Bunga deposito yang dijanjikan mencapai 8 persen per tahun
- Suku bunga perbankan normal sekitar 3,7 persen per tahun
- Dokumen diduga dipalsukan, termasuk bilyet deposito
- Tanda tangan nasabah turut dipalsukan
- Dana dialihkan ke rekening pribadi dan perusahaan tersangka
Selisih imbal hasil yang tidak wajar menjadi salah satu indikasi awal adanya praktik penipuan dalam skema tersebut.
Update Terbaru
Bupati Bogor Lepas 271 Jamaah Haji Kloter 21 di Masjid Nurul Wathon
Sabtu / 16-05-2026, 04:05 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 17 – 24 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 04:00 WIB
Chery Siap Luncurkan Mobil Listrik Q di Indonesia pada 18 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:41 WIB
Jawa Tengah Perkuat Kolaborasi Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat
Sabtu / 16-05-2026, 03:22 WIB
BYD Indonesia Luncurkan Varian Baru Atto 1 STD, Harga Mulai Rp199 Juta
Sabtu / 16-05-2026, 03:20 WIB
Google Perbarui Android Auto dengan Integrasi AI Gemini pada 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:20 WIB
Review Suzuki Satria Pro: Bebek Sport Modern dengan Fitur Konektivitas
Sabtu / 16-05-2026, 03:17 WIB
Potensi Pendapatan Game Penghasil Saldo DANA Tembus Rp545.000 Per Hari
Sabtu / 16-05-2026, 03:16 WIB
Penjualan Honda di China Anjlok 48 Persen pada April 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:14 WIB
Pemprov DKI Gelar Jakarta Job Fair 2026 di Jakarta Utara, Buka Ribuan Lowongan
Sabtu / 16-05-2026, 03:09 WIB
Kemensos Perbarui Data Penerima Bansos Mei 2026, 11 Ribu KPM Dicoret
Sabtu / 16-05-2026, 03:08 WIB
Jadwal Tayang Classroom of the Elite Season 4 Episode 6 dan Sinopsis Terbaru
Sabtu / 16-05-2026, 02:51 WIB
Hugh Jackman Bintangi The Sheep Detectives, Tayang di Bioskop Indonesia 15 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 02:40 WIB






